Resah dengan kondisi yang dihadapi anak-anak dilingkungan tempat tinggalnya, membuat Muhammad Yusup (32 tahun) tergerak untuk melakukan perubahan dilingkungannya.


Pasalnya pemuda yang akrab disapa dengan nama Hamid ini mengetahui ada anak-anak hingga remaja dilingkungan tempat tinggalnya di Jalan H.M  Taher RT 12 RW 4 Kelurahan Kumai Hilir, Kotawaringin Barat (Kobar) yang putus sekolah. Anak-anak tersebut juga dilihatnya tiap hari hanya nongkrong serta melakukan kegiatan negatif seperti menenggak minuman keras.


Gerah melihatb kondisi itu, sekitar bulan Mei tahun 2013 ia kemudian mengajak beberapa anak dan remaja untuk belajar mengaji Al Quran  diruang tengah rumahnya. Tempat belajar yang dibukanya tersebut diberi nama “Rumah Pintar Sanggar Rahmat Abah”.


“Awalnya saya berhasil mengajak 10 orang anak, bersama belajar mengaji dirumah tanpa dipungut biaya. Selain mengaji, mereka juga saya perkenalkan dengan buku-buku ilmu pengetahuan terapan. Tujuannya agar mereka bisa mendapatkan kegiatan yang positif dan tidak terjerumus pengaulan yang negati,” ujar Hamid kepada Borneonews di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kobar Selasa (29/3/2016)


Namun, ternyata harapan Hamid untuk mengajak anak-anak dan remaja guna melakukan kegiatan yang bermanfaat saat itu sempat menemui kegagalan. “Karena dari 10 orang anak yang diajak untuk belajar dirumah, setelah tiga bulan kegiatan dilakukan hanya tersisa 2 orang saja yang masih bertahan,” ujarnya.


Walau menemui kegagalan, ia tetap tidak putus asa. Ia tetap mencari jalan agar semakin anak-anak dilingkungannya mengikuti kegiatan belajar yang dilakukannya. “Sekitar bulan November ditahun yang sama saya mencoba mendatangi KPAD Kobar. Saat itu saya ceritakan niat saya untuk mengajak anak-anak dan remaja dilingkungan tempat tinggal saya kepada kepala KPAD Kobar Safwan,” ujar Hamid.


Ternyata, lanjut Hamid, respon yang diberikan Kepala KPAD sangat menggembirakan. “Kepala KPAD langsung menyatakan siap membantu kegiatan belajar yang saya buka. Bahkan saat itu juga rumah pintar kami diberi pinjaman 50 eksemplar buku bacaan yang bisa digunakan selama sebulan,” ujarnya bersemangat. 

(YD/B-12)