BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo mengingatkan Kalteng masih masuk urutan 11 untuk prevalensi stunting secata nasional meskipun secara data, Kalteng mengalami penurunan prevalansi 0,5 persen dari 27,4 persen pada 2021 menjadi 26,9 persen pada 2022.
“Dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui implementasi 5 Pilar Strategi Nasional (STRANAS), tentu memerlukan kerja keras dan sinergisitas dari semua pihak," tutur Edy di Palangka Raya, baru baru ini.
Termasuk kebersamaan dan sinergi bersama mitra dan stakeholder terkait untuk mencapai target 15,38 persen pada tahun 2024.
Edy mengajak dalam upaya percepatan penurunan stunting, strategi yang lakukan haruslah tepat sasaran, yang dimulai dari pencegahan untuk mencegah lahirnya anak stunting.
--page
Sampai nantinya ke langkah pemberian intervensi pada kasus stunting, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif. (HERMAWAN DP/Y)









