ANGGOTA DPRD Ed­vin Mandala meng­im­bau Pemkab Pu­lang Pisau agar me­nepati janjinya dalam men­jalankan program sesuai visi misi kepala daerah.


Sebab hingga kini masih ba­nyak program dari visi mi­si kepala daerah belum ter­ealisasi dan perlu dimaksimal­kan lagi.


“Kalau saya lihat apa yang di­realisasikan baru sekitar 65%,” ujarnya.


Setahunya apa yang dipro­gramkan pasangan Edy-Taty dan janji politik yang disam­paikan ke masyarakat yang dituangkan dalam visi mi­si­nya harus digenjot dan bi­sa selesai pada 2018.


“Apa yang sudah dijanjikan ke­pada masyarakat seharus­nya menjadi komitmen pasa­ngan Edy-Taty untuk me­ne­­­pat­inya,” terang politisi Ge­rindra ini.


Ada beberapa yang menja­di sorotannya. Yakni masalah pengangguran. Dimana deng­an berdirinya balai latihan kerja (BLK) maka harus bisa mengurangi pengangguran.


“Malah BLK bisa mencetak te­naga kerja dan melatih ma­syarakat untuk membuka usaha sendiri,” terangnya.


Menurutnya dengan berdi­rinya BLK itu masalah pengangguran bisa tertanggula­ngi.


Berikutnya dengan asrama mahasiswa yang jelas-jelas menjadi visi misi Edy-Taty dalam upaya memfasilitasi mahasiswa Pulang Pisau be­rupa asrama mahasiswi.


“Terutama di Palangka Raya, kalau di Banjarmasin as­ramanya sudah ada dan ha­nya perlu penambahan dan peningkatan,” terangnya.


“Janji politik jangan sampai­ dilupakan hingga masa peme­rintahan Edy-Taty berakhir,” harapnya.


Selaku Ketua Dewan Adat Da­yak, Edvin juga menyoroti be­lum adanya ikon budaya khas Kalteng berupa rumah be­tang yang didibuat peme­rin­tahan Edy-Taty.


Lalu ada 15 desa yang belum terjangkau listrik. Dia ber­harap pasangan Edy-Taty bisa direalisasikan listrik ma­suk desa. (B-6)