SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jemaah berbondong-bondong memasuki Bandara Haji Asan Sampit, Kamis, 29 Juni 2023. Kali ini bukan untuk penerbangan, mereka menggelar alas dan sajadah untuk mendirikan salat Iduladha 1444 Hijriah.

Ustad Abdul Muin menjadi imam dan khatib salat Iduladha yang digelar di tengah luasnya apron bandara. Keadaan ini mengingatkannya akan padang mahsyar. 

"Pada saatnya nanti kita akan dibangkitkan di tempat yang luas seperti ini. Dengan matahari hanya sejengkal di kepala. Hanya amal ibadah yang menyelamatkan kita," kata Ustad Abdul Muin.

Saat itu, apron Bandara H Asan Sampit sedang teduh, juga diselimuti kabut asap yang mengurangi jarak pandang. Ustad Abdul Muin mengatakan, jika salat ini dilaksanakan pada saat panas maka akan merasakan sedikit panasnya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, besar ataupun kecil. Begitu juga nikmat yang tak disadari umat muslim yakni umur dan nikmat sehat. Atas nikmat itu, dapat mengikuti salat Iduladha. 

--page

"Mudah-mudahan dari langkah dan gerak kaki kita menuju ke tempat ini menjadikan ampunan daripada dosa dan kesalahan kita," kata ustad yang aktif memimpin Majlis Taklim Raudah Sarantang Seruntun itu. 

Dia menyampaikan 4 hal dalam khutbahnya yaitu:

1. Nikmat Allah begitu besar jika tidak salat dan tidak berkurban maka mereka tidak termasuk umat Nabi Muhammad SAW. 

2. Barangsiapa rejeki dan hidupnya luas kemudian tidak melaksanakan kurban maka saat dia mati menjadi yahudi

3. Perbesarlah hewan kurban karena itu menjadi kendaraan manusia di akhirat

4. Iduladha mengajarkan manusia untuk mengorbankan perasaan, apabila ada saudara dan teman melakukan kesalahan maka harus dimaafkan.

"Mari kita korbankan perasaan kita. Gunakan momen ini untuk memperbaiki salah dan kesalahan kita," demikian Abdul Muin. (DEWI PATMALASARI/J)