BUPATI Kapuas, Ben Brahim S Bahat bertekad akan terus mempertahankan daerahnya menjadi lumbung padi di Kalteng.
Tekad itu disampaikan saat membuka Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kapuas, Rabu (30/3/2016).
Ikut hadir Ketua KTNA Kalteng, Sugianor, sedangkan ketua terpilih Ketua KTNA Kapuas, Bukhari.
Ben mengatakan asyarakat patut berbangga karena Kapuas adalah kabupaten yang diperhitungkan oleh daerah lain karena merupakan lumbung padi di Kalteng.
“Kenapa saya katakan Kapuas diperhitungkan karena 51% kebutuhan padi untuk Kalteng disuplai dari sini. Maka dari itu status ini patut kita pertahankan, bahkan harus tingkatkan dengan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, KTNA, dan masyarakat,” katanya.
Ben menyebut Kapuas juga dikenal dengan potensi perikanannya, tapi tidak terlihat, karena yang banyak mengambil hasil perikanan dari Kapuas adalah Kalsel.
Untuk itu dia mengimbau semua pihak untuk menghadapi tantangan itu agar bersama mengawal dan meningkatkan pendapatan dibidang pertanian, perikanan, dan lainnya.
Menurutnya momen Rembug Paripurna KTNA ini sangat strategis karena kepengurusan yang baru akan membawa Kapuas lebih mapan lagi dalam meningkatkan ketahanan pangan.
Dalam Rebug Paripurna KTNA ini juga diadakan dialog antara bupati dan ketua KTNA kecamatan.
Tema yang mengemukakan seperti usulan pembuatan jalan usaha tani, kebakaran lahan dan minimnya SDM bidang pertanian.
Bupati pun berjanji akan menampung aspirasi itu. Ben menegaskan jika tahun ini dan 2017, Pemkab Kapuas masih fokus untuk membenahi jalan poros, namun soal jalan usaha tani tetap akan diusahakan dengan mencari peluang dana dari pemerintah pusat. (B-6)


