KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) sudah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Mangantisipasi hal itu, Bupati Kobar terus mengingatkan sejumlah pihak. Terutama bagi perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di Bumi Marunting Batu Aji.
Bupati Kobar, Bambang Purwanto menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat musim kemarau mtidak bisa maksimal lantaran belum semua memiliki peralatan yang memadai. Karena itulah, orang nomor satu di Kobar mengajak PBS untuk bersama-sama mengatasinya.
Penanganan kasus karhutla di Kobar harus benar-benar serius. Berkaca dari musim kemarau 2015 kasus Karhutla di Kobar sangat mengkhawatirkan karena banyak hutan dan lahan warga yang terbakar. Tentu warga banyak mengalami kerugian akibat karhutla. “Dari tahun ke tahun kami terus melakukan evaluasi terkait penanganan karhutla,” kata Bupati, Rabu (30/3/2016).
Saat melakukan evaluasi, jajaran Pemkab Kobar menemukan berbagai kendala. Di antaranya, minimnya peralatan yang dimiliki oleh sejumlah kecamatan. “Masih ada beberpa kecamatan belum memiliki peralatan yang memadahi,” ungkap Bambang.
Ke depan, persoalan semacam itu harus dicarikan solusi termasuk memrioritaskan alat kebakaran terpenuhi disemua kecamatan. Sehingga saat ada kebakaran dapat dilakukan penanganan tidak harus sampai semua hangus.
“Tapi dalam musim kemarau sudah dekat dan saya minta semua perusahaan agar bisa membantu dalam penanganan karhutla di Kobar,” ujarnya.
Menurutnya, sudah semestinya perusahaan juga harus ikut mencegah terjadi karhutla disekitar kebun termasuk di desa-desa yang berada dekat kabun sawit milik perusahaan. Dengan begitu ke depan karhutla juga dapat diminimalisir dengan berkat bantuan semua pihak. (CR-1/B-7)


