Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kalimantan Selatan Riswandi mengharapkan pemerintah provinsi segera menuntaskan pembangunan irigasi.


“Bagaimanapun caranya, Pemprov harus berupaya menuntaskan pembangunan irigasi, termasuk bendungan yang menjadi sumber daya air utama, guna peningkatan produksi padi di Kalsel,” tuturnya di Banjarmasin, Rabu (30/3/2016).


Sebagai contoh yang memerlukan penyelesaian segera secara tuntas, yaitu Bendungan Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Bendungan Batang Alai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).


Selain itu, Bendungan Pitap Kabupaten Balangan, serta renovasi Polder Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dan yang tak kalah pentingnya menormalisasikan sistem tata hydro micro persawahan pasang surut di Kabupaten Barito Kuala (Batola).


Bila bendungan dan sistem irigasi pertanian tersebut atau hingga saluran kuartir berfungai maksimal, lanjut Sekretaris Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel itu, peningkatan produksi padi bisa beberapa kali lipat melebihi hasil selama ini.


Terlebih, ujar wakil rakyat bergelar sarjana ilmu pemerintahan tersebut, peningkatan produksi padi di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota bisa lebih tinggi lagi, jika Bendungan Pipitak Jaya di Kabupaten Tapin beserta semua jaringan irigasinya terealisasi.


Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus mengejar janji/program nasional Presiden Joko Widodo akan membangun Bendungan Pipitak Jaya, saran anggota DPRD Kalsel tiga periode tersebut.


Mengenai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Kalsel tahun anggaran 2015, mantan pegawai

Departemen Keuangan RI yang berkecimpung di dunia politik itu, mengapresiasi atas segala keberhasilan dan peningkatan produksi padi.


“Kita berharap produksi padi Kalsel terus meningkat, begitu pula kelebihan (surplus) pada masa-masa mendatang atau di bawah kepemimpinan Gubernur H Sahbirin Noor,” demikian Riswandi. (ANT/B-12)