SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Meski Juli 2023 telah memasuki puncak musim kemarau, namun Kabupaten Kotawaringin Timur diprediksi masih diguyur hujan intensitas ringan. 

"Juli memasuki puncak musim kemarau namun tetap ada potensi hujan. Hanya saja intensitasnya lebih rendah dari normalnya," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Musuhanaya melalui Prakirawan Nadine Ayasha, Sabtu, 1 Julu 2023.

BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit memprediksi secara umum kondisi cuaca satu minggu ke depan berawan hingga hujan sedang.

Kondisi itu nampak pada cuaca di Kotim, Sabtu, 1 Juli 2023. Hujan sempat mengguyur siang hari meski durasi singkat. Gemuruh petir dan mendung juga masih nampak setelah hujan reda.

Sebelumnya dalam rapat penetapan status siaga darurat karhutla di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah mengalami puncak musim kemarau bulan Juli 2023, meliputi Kecamatan Antang Kalang, Baamang, Bukit Santuai, Cempaga, Cempaga hulu, Kota Besi, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hulu, Parenggean, Pulau hanaut bagian utara, Seranau, Telaga Antang, Telawang, dan Tualan Hulu.

Sementara wilayah yang mengalami puncak musim kemarau bulan September 2023 meliputi Kecamatan Pulau Hanaut bagian Selatan dan Teluk Sampit.

Kemarau diprediksi lebih panjang dari tahun sebelumnya karena dampak el nino. Sehingga wilayah Kotim yang mayoritas lahan gambut rawan terbakar. Bahkan beberapa hari terakhir terjadi sejumlah kebakaran yang menyebabkan asap mengepung daerah ini .

--page

Kepala BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam mengatakan selama ini pihaknya masih terbantu hujan dalam pemadaman karhutla.  

"Sebenarnya masih terbantu ada beberapa frekuensi hujan walaupun intensitasnya sedang dan rendah. Hujan yang terjadi sekarang itu hanya bersifat lokal dan sebentar. Tapi itu sangat membantu dalam proses pemadaman," demikian Multazam. (DEWI PATMALASARI/R)