BORNEONEWS, Yogyakarta - Hujan deras dan angin kencang di Daerah Istimewa Yogyakarta Rabu (30/3/2016) sore, membuat Asrama Mahasiswa Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah yang beralamat di Jalan Kebun Raya, dekat Kebun Binatang Gembira Loka mengalami kerusakan.
Bagian atap dari asrama yang juga berfungsi sebagai sekretariat Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Seruyan (IKPM-S) pun mengalami kebocoran akibat terpaan angin kencang.
Menurut Ketua Asrama Seruyan, Kamrol Effendi hujan deras dan angin kecang memang sering melanda Yogyakarta dalam beberapa pekan terakhir. Namun, kata dia, hujan dan angin kencang kali ini yang paling besar. "Ya, hujan deras dan angin kali ini betul-betul kencang. Saya sendiri khawatir sekali saat berada di dalam asrama,” tuturnya.
Kamrol menjelaskan akibat kebocoran, sejumlah barang-barang, seperti buku-buku terkena air. “Buku-buku bacaan, dan buku-buku perkuliahan jadi basah,” jelasnya.
Yanor, salah seorang penghuni asrama, menuturkan, juga tidak menduga akan mengalami kerugian dari peristiwa ini. “Saya awalnya tidak menduga kalau peristiwa tadi akan berdampak seperti ini. Dan saya juga kebingungan ke mana mau membawa barang-barang yang ada di kamar. Air di mana-mana,” ungkapnya.
Untuk mengatasi bangunan rusak dan kotoran di asrama dan lingkungan di sekitar Jalan Kebun Raya, Kamrol menuturkan, pihaknya akan menemui ketua RT di lingkungannya untuk mengadakan gotong-royong bersama warga.
Pohon tumbang, tanah longsor
Akibat hujan badai yang melanda Yogyakarta Rabu (30/3/2016) sore, itu pepohonan juga bertumbangan di daerah Sewon, Kasihan, dan Banguntapan Kabupaten Bantul.
Selain itu, juga terjadi tanah longsor di wilayah Tambalan, Desa Srimartani, Piyungan. Ini karena sebagian bahu Jalan Wonosari KM 15 amblas. Namun, Staf Pusat Data dan Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Petrus Sih Nugroho mengatakan, tidak ada korban manusia dan bangunan yang tertimpa longsor kali ini.
"Yang perlu dikhawatirkan kalau ada longsor susulan. Karena di sekitar lokasi terdapat sebuah rumah warga yang jaraknya sekitar dua meter," katanya pada Antara. (Muhammad Yasir/B-10)








