BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak empat perwira yang bertugas di jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan serah terima jabatan, Kamis (31/3/2016).


Empat perwira tersebut mendudiki jabatan sebagai Waka Polres, Kabag Ops, Kasat Reskrim, dan juga Kapolsek KPM.


Untuk Waka Polres Kompol Aditya Surya Dharma, digantikan oleh mantan Kabag Ops Polres Palangka Raya Kompol Bronto Budiyono, Kabag Ops Polres Kotim Kompol Bambang Purwanto bergeser menjadi Waka Polres Palangka Raya. Sedangkan jabatannya di Polres Kotim diganti oleh AKP M Ali Akbar yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kotim.


Sedangkan Kasat Reskrim Polres Kotim yang sebelumnya dijabat oleh AKP M Ali Akbar digantikan oleh mantan Kasat Reskrim Polres Gunung Mas Iptu Reza Fahmi. Sementara untuk Kapolsek KPM AKP Mahmud yang berpindah menjadi Kapolsek Batutui, Tamiang Layang menggantikan AKP Rizki Hidayat yang pindah menjadi Kapolsek KPM.


“Pergeseran di tubuh polri merupakan hal wajar sebagai proses pelaksanaan kebijakan pimpinan dalam rangka pembinaan karir bagi personel. Tidak hanya itu, tujuannya juga sebagai pendewasaan dalam organisasi guna memelihara dinamika organisasi yang semakin kompleks,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, Kamis (31/3/2016).


Serah terima jabatan ini menurut dia, janganlah dianggap sebagai formalitas biasa. Melainkan sebagai suatu upaya institusi polri dalam meningkatkan produktifitas dan kinerja kesatuan, guna menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks. Sehingga pengelolaan organisasi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.


Sementara itu Hendra berpesan kepada pejabat baru agar dapat meneruskan dan meningkatkan hal positif yang telah dirintis dan dicapai oleh pejabat sebelumnya. Sehingga roda organisasi di jajaran Polres Kotim akan berjalan ke arah lebih baik sesuai tuntutan masyarakat dan perkembangan organisasi polri saat ini.


Selain itu Hendra juga menekankan kepada semua perwira dan anggota Polres agar kesiapan diri dalam mengahadapi tantangan tugas. Apalagi saat ini potensi permasalahan yang bersumber dari kondisi sosial ekonomi. Seperti sangketa lahan perkebunan, illegal mining, illegal loging, narkoba, curanmor, perjudian, dan keluar masuknya barang serta orang dari pelabuhan yang dapat memicu timbulnya gangguan kamtibmas di daerah ini. (M HAMIM/m)