BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Embung yang bakal dibuat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akan menjadi percontohan bagi provinsi lain di Indonesia.
Pangdam XII Tanjung Pura Mayor Jenderal Agung Risdhianto mengatakan itu kepada Borneonews usai tatap muka bersama Bupati Kobar, DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda di aula Kabupaten Kobar, Kamis (31/3/2016).
"Pembangunan embung ini justru di Kabupaten Kobar yang akan menjadi percontohan. Embung ini akan dibuat per lima hektar satu embung. Sementara di provinsi lain hal itu masih dalam tahap rencana dan dalam proses kerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta," beber Pangdam.
Menurut Pangdam, berdasarkan pengalaman dari beberapa kasus penanganan hutan yang menjadi kendala adalah kesulitan dalam mencari air, Pasalnya titik api yang berada di dalam hutan jauh dari sumber air.
Ia membeberkan bagaimana tingkat kesulitan saat proses pemadaman, anggota TNI bersama masyarakat dengan naik sampan menuju lokasi titik api. Itupun belum cukup, anggota dan masyarakat kembali harus berjalan kaki. Namun karena terlalu jauh selang yang digunakan tidak dapat menjangkau titik api.
"Sekian jam perjalanan naik perahu dan berjalan sekian kilometer eh selangnya tidak nyampe, jadi embung-embung ini sangat diperlukan untuk penyediaan sumber air untuk proses pemadaman," beber Pangdam.
Ia juga mengatakan, baru-baru ini sudah berlangsung rapat dengan Menkopolhukam. Menurutnya, anggota TNI akan mendapat dukungan peralatan. Dan saat ini sedang diajukan alat-alat apa saja yang akan dibutuhkan oleh anggota TNI saat pemadaman Karhutla.
"Kita mengajukan selang, bahkan pelampung karena masyarakat dan anggota yang naik perahu tidak menggunakan peralatan keselamatan. Hal ini juga mempertimbangkan kondisi sungai di Kalimantan yang dalam. Pemerintah pusat berjanji akan mensuplai alat-alat yang kita ajukan," tegas Pangdam. (KOKO SULISTYO/m)


