BORNEONEWS, Palangka Raya - Mengingat baru-baru ini ada video yang viral mengenai seorang anak kecil histeris di sebuah rumah sakit yang diduga positif rabies sampai akhirnya anak tersebut dinyatakan meninggal, kalangan anggota dewan angkat suara.
Masyarakat diminta untuk mewaspadai Hewan Penular Rabies atau HPR, terutama yang liar dan tidak berpemilik.
"Masyarakat kita minta untuk waspada terhadap HPR yang liar atau berkeliaran. Walaupun kalau boleh jujur sebenarnya HPR itu kalau di Kota Palangka Raya rata-rata berpemilik ya, hanya saja cara menghidupinya yang terkesan diliarkan," kata Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini, Senin, 3 Juli 2023.
Menurutnya virus rabies sangatlah berbahaya karena penyebarannya yang sangat cepat. Apalagi kalau posisi gigitan di tempat-tempat tertentu yang dekat dengan otak.
"Ketika anjing, kucing, kera, atau musang, kan ini spesies yang disebut HPR, kalau hewan-hewan ini terjangkit virus rabies lalu menggigit manusia, maka air liur yang mengandung virus itulah yang akan masuk ke tubuh manusia menuju otak," tutur Politisi Partai Golkar ini.
Pengetahuan umum seperti ini menurut Norhaini harus dimiliki oleh masyarakat yang memutuskan untuk memelihara HPR. Maka dengan itu akan dapat berhati-hati dan waspada dengan hewan peliharaannya sendiri.
--page
"Kalaupun bukan hewan peliharaan sendiri, hewan liar yang kita temui di jalanan itu harus terlebih kita waspadai karena mereka kan hewan liar yang kerap berkeliaran, bisa saja belum pernah mendapatkan vaksin rabies sama sekali," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/R)









