BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejak awal tahun hingga bulan Juni 2023, Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sudah terjadi 2 laporan kasus gigitan anjing yang terkonfirmasi rabies.
Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Kobar drh. GM Sofyannoor, Senin, 3 Juli 2023 menjelaskan pihaknya sudah mencatat 2 kasus gigitan anjing pada manusia yang diduga rabies.
"Terdapat 1 kasus di Desa Pasir Panjang dan 1 kasus di Kelurahan Sidorejo Kecamatan Arut Selatan (Arsel). Atas laporan masyarakat tersebut, tim kesehatan hewan/dokter hewan dari Dinas Pertanian sudah melakukan investigasi kronologis kasus gigitan di lokasi," jelasnya.
Pihaknya telah melakukan ring vaksinasi Rabies di sekitar lokasi, melakukan KIE/sosialisasi bahaya Rabies, penanganan luka bekas gigitan anjing, mengarahkan agar korban gigitan segera ke fasilitas kesehatan terdekat Puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan suntikan vaksinasi anti rabies (VAR).
"Kemudian tim juga telah melakukan pengambilan sampel otak anjing untuk pengujian di laboratorium rujukan dalam rangka peneguhan diagnosis anjing terduga rabies," jelasnya.
Sofyannnoor menjelaskan dari hasil uji laboratorium juga tekah keluar dan mengkonfirmasi bahwa kedua sampel otak anjing yang menggigit pada manusia di Desa Pasir Panjang dan Kelurahan Sidorejo positif rabies.
"Pasca itu, Dinas Pertanian sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melaporkan hasil lab dan memastikan stok VAR tersedia utk masyarakat korban gigitan anjing," jelas GM Sofyannnoor.
--page
Sedangkan Dinas Pertanian sesuai kewenangannya fokus menangani hewan penular rabies dengan program vaksinasi Rabies serta melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada pemilik hewan.
"Tujuannya agar pemilik hewan tidak menolak vaksinasi rabies dan secara sukarela membawa hewan ke Dinas Pertanian untuk divaksin Rabies," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









