SALAH seorang istri dari anak buah kapal tugboat Brahma 12, yang diduga disandera oleh milisi Abu Sayyaf di perbatasan Filipina, meminta agar pemerintah Indonesia bisa segera menyelamatkan suaminya.
“Saat itu suami saya menelepon dan berkata kalau dia ditangkap oleh gerombolan perompak di perairan Filipina,” ungkap istri salah satu anak buah kapal (ABK) asal Banjarmasin, Halimatus Sya’diah 28 (tahun), Rabu (30/3/2016) malam.
Halimatus merupakan istri salah satu ABK kapal tugboat Brahma 12 yang diketahui bernama Suriansyah, 35, yang diduga turut disandera.
Ia mengetahui kalau suaminya telah ditangkap perompak di wilayah Filipina karena pada Minggu (27/3/2016) siang, Suriansyah sempat menghubunginya melalui komunikasi telepon.
“Saya terkejut dan menangis saat tahu kalau suami saya telah disandera perompak di Filipina, dan saya berharap pemerintah Indonesia cepat menyelamatkan suami saya dan ABK lainnya,” ujar Halimatus sambil terus menangis.
Suriansyah merupakan satu dari 10 anak buah kapal tugboat Brahma 12 yang menarik tongkang Anan 12 bermuatan batu bara.
Tugboat Brahma 12 yang berbendera Indonesia disandera oleh kelompok milisi Abu Sayyaf, dan diketahui dua kapal tersebut berangkat dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kedua kapal yang diduga dibajak itu dalam perjalanan dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan, menuju Batangas kawasan Filipina Selatan.
Kelompok Abu Sayyaf yang membajak dan menyandera 10 warga Indonesia itu dilaporkan meminta uang tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp15 miliar.
GP Ansor gerah
Di sisi lain, penyanderaan yang dilakukan kelompok milisi pemimpin Abu Sayyaf membuat Gerakan Pemuda (GP) Ansor gerah. Sebagai ormas kepemudaan, Ansor siap ikut serta membebaskan para WNI yang disandera itu.
Namun, organisasi sayap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu masih menunggu sikap TNI dalam persoalan penyanderaan itu. GP Ansor yakin TNI bisa mengatasi penyanderaan tersebut.
“Kalau negara minta, ya kita siap berangkat. Kita punya dua juta (anggota). Kalau presiden minta kita siap,” tegas Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Yaqut Cholil Qaumas kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/3/2016).
(Ant/B-3)








