BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Momen Iduladha 1444 Hijriah, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kapuas melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan secara rutin berperan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, baik itu sebelum dan sesudah hewan di potong.
Kepala Distan Kapuas, Yaya melalui Medik Veteriner Muda, drh Anik Ariswandani mengatakan pemeriksaan tersebut diutamakan di wilayah Kecamatan Selat, karena jumlah hewan kurban paling banyak.
"Tetapi, wilayah lain tetap kami pantau juga. Dari data yang kami himpun tahun ini, di Kecamatan Selat mencapai 212 ekor hewan kurban sapi dan 15 ekor kambing," kata Anik kepada wartawan, Selasa, 4 Juli 2023.
Salah satu hewan kurban yang dilakukan pemeriksaan adalah sapi kurban bantuan Presiden RI berupa sapi simental dengan bobot badan 910 Kg, berasal dari Palangka Raya.
Penyerahan Sapi tersebut langsung diserahkan oleh Kepala Biro Kesra Provinsi Kalteng Ahmad Pahruka, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran.
--page
Sapi tersebut diserahkan langsung kepada Plt Bupati Kapuas, HM Nafiah Ibnor yang selanjutnya diserahkan kepada pengurus Masjid Darul Muttaqin di Jalan A. Yani, Kecamatan Selat yang mana sapi dipotong pada 29 Juni 2023 lalu.
"Kita tentunya ada pemeriksaan ante mortem sehari sebelum dipotong ketika sapi datang. Sapi dinyatakan sehat. Setelah dipotong ada pemeriksaan post mortem. Hasilnya sapi dari Presiden baik," ucapnya.
Selain itu, dia juga menyampaikan dari hasil pemeriksaan terhadap ratusan hewan kurban yang ada di wilayah Kecamatan Selat masih ada temuan kasus cacing hati dan kasus PMK.
"Ada ditemukan satu kasus cacing hati dan satu kasus PMK di Kecamatan Selat. Dagingnya tetap boleh dikonsumsi, bagian tubuh yang terkena cacing hati atau PMK dianjurkan untuk diafkir dan daging dimasak dengan baik," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/H)









