PANGKALAN BUN - Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini masih kekurangan tenaga medis, khususnya dokter. Dengan jumlah 18 puskesmas rawat jalan dan inap serta 76 puskesmas pembantu (Pustu), jumlah dokter dinilai masih kurang.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar melalui Kasubag Kepegawaian, Samsidar mengatakan, kekurangan tenaga medis, khususnya dokter di Kobar disebabkan oleh ada beberapa puskesmas baru.
“Yang dulunya berstatus pustu meningkat menjadi puskesmas karena jumlah pengunjung yang terus meningkat di beberapa daerah, sehingga kualitasnya pun harus ditingkatkan akibatnya kami kekurangan dokter untuk mengisi puskesmas yang sedang dalam tahap merintis itu, tapi dapat kami atasi secara bertahap nantinya,” jelas Samsidar di ruang kerjanya, Kamis (31/3/2016).
Di Kobar sendiri saat ini, hanya ada dokter PNS berjumlah 19 orang, PTT 4 dan kontrak daerah 5 orang. Kebutuhan idealnya, menggunakan rasio nasional, di Kobar aspek distribusi jarak seperti di Sambi, Ipuh Bangun Jaya yang berada di Kecamatan Kolam.
Diakuinya, kebutuhan dokter di Kobar memang mendesak, solusinya kami tetap mengangkat tenaga kontrak daerah selama satu tahun. Untuk jumlah ideal kebutuhan dokter di Kobar, ada perhitungannya dengan rasio nasional.
“Salah satu indikatornya dapat dilihat dengan jumlah penduduk di Kobar,” ujarnya.
Selain itu, untuk penyebaran tenaga medis, pihaknya semaksimal mungkin berkoordinasi dengan puskesmas melalui kepala dinas, juga berkoordinasi dengan kepala desa. Dan untuk permintaan pemindahan, khususnya bidan sudah banyak yang mengantre untuk minta pemindahan tempat kerja.
Pertimbangan dari pemerintah seperti masa kerja selama 7 tahun bisa mengajukan pindah tempat kerja. Namun perlu diketahui kami juga perlu menimbang penggantinya, takutnya terjadi kekosongan.
“Banyak yang sudah mengajukan, hanya saja bagaimana kami juga harus mempertimbangkan akibatnya seperti terjadi kekosongan misalnya di satu desa yang hanya ada satu bidan,” tukasnya.
(CR-1/B-12)


