BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain anjing, juga terdapat jenis mahluk hidup yang berpotensi terinfeksi rabies yaitu kucing, monyet, hingga manusia.
Hal tersebut lantaran rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Lysavirus yang dapat menginfeksi semua mamalia.
Virus ini dikenal dari karakternya yang menyerang sistem saraf. Saraf yang rusak akan membuat penderitanya sensitif terhadap cahaya dan angin.
Walau dari berbagai kasus penularan rabies terjadi akibat gigitan anjing pada mahluk hidup lain, namun mamalia jenis kucing, terutama yang hidup liar di ruang publik, bisa dianggap hal yang cukup berpotensi membahayakan.
Saat hal ini ditanyakan pada Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) drh. GM Sofyannoor bagaimana penanganan salah satu hewan yang berpotensi menjadi penular rabies yaitu kucing terutama yang hidup liar di jalanan dan ruang publik, menurutnya hal tersebut diperlukan partisipasi kelompok masyarakat atau komunitas.
"Kami harapkan adanya gerakan komunitas pencinta kucing dan cat shelter di Kabupaten Kobar bisa turut pro aktif untuk turut serta mengendalikan populasi kucing liar," jelasnya.
Menurutnya untuk kucing yang memng dipelihara oleh individu, biasanya memang sangat diperhatikan dalam uak kesehatan dan pencegahan penyakit oleh pemiliknya.
"Lantaran tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami dari Dinas Pertanian diantaranya melakukan upaya pencegahan penyakit dengan vaksinasi. Untuk hal lain perlu peran masyarakat. Karena tidak mungkin semua hal bisa digarap oleh Dinas Pertanian lantaran keterbatasan yang ada," jelasnya.
--page
Sehingga untuk pencegahan penularan rabies di Kabupaten Kobar, kedepan harapannya perlu adanya kerja sama lintas sektor.
"Hal ini juga telah dilakukan di berbagai daerah lainnya di Indonesia. Biasanya di daerah yang kerjasama antara komunitas pencinta kucing dan instansi daerah telah, terjalin dengan baik, para pecinta kucing tersebut yang aktif menyelamatkan kucing terdekat dan membawa ke pada dinas terkait untuk diberikan vaksin anti rabies (VAR) sebagai upaya preventif pencegahan penularan rabies," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









