Warga Dusun Karanganyar, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) kembali menuntut pemekaran wilayah mereka untuk menjadi sebuah desa sendiri.


Bukan tanpa dasar, pemekaran yang sudah diwacanakan sejak tahun 2009 tidak kunjung terealisasi. Padahal, usulan resmi sudah disampaikan pada 2011 silam dan kembali direvisi lagi pada 2014 lalu.


Ditemui Borneonews, Anto Edo salah satu tokoh pemuda Dusun Karanganyar mengatakan, seratus persen warga Karanganyar menginginkan dusun mereka ditingkatkan menjadi desa sendiri, karena menginginkan pemerataan pembangunan.


“Keinginan warga Karanganyar menjadi desa sendiri sudah diusulkan beberapa tahun lalu, namun sampai sekarang belum terealisasi,” ungkap Edo, Kamis (31/3/2016).


Tim kepanitiaan untuk pembentukan desa juga sudah lama disusun melalui musyawarah warga setempat. Menurut Edo, tak ada lagi alasan untuk menghalangi mimpi warga Dusun Karanganyar memiliki desa sendiri.


Berkas usulan pemekaran Dusun Karanganyar menjadi desa sendiri sudah memenuhi apa yang dipersyaratkan. “Semua sudah dipenuhi, tinggal mendapat sedikit revisi,” kata Edo.


Edo menyebut, lambatnya revisi dokumen pembentukan desa itu lantaran minimnya dukungan dari pihak kecamatan Arsel. Kesal dengan pihak kecamatan, sejumlah warga swadaya membuat peta tata batas sendiri dengan patokan tata batas dusun. Karena tak memiliki legalisasi, peta tersebut ditolak oleh DPRD.


“Hanya kurang peta tata batas desa, sampai sekarang pihak kecamatan enggan memberikannya kepada kami. Kalau sudah kami terima, persyaratannya lengkap, tinggal menunggu realisasi,” paparnya.


Komoditas politik


Dukungan juga datang dari warga Kelurahan Mendawai, Joliansyah. Pria yang karib disapa Joli itu mengaku bersimpati dengan perjuangan warga Dusun Karanganyar. Selama ini, wacana pemekaran desa selalu dijadikan komoditas politik para politisi saat kmapanye.


“Setiap calon legislatif dan kepala daerah selalu menjanjikan pemekaran desa, tetapi realisasinya nol besar,” cetus Joli.


Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Subandi menyatakan siap mengawal perjuangan warga Dusun Karanganyar untuk membentuk desa sendiri. Pihaknya hanya meminta warga untuk segera melengkapi sejumlah dokumen yang diperlukan.


“Tinggal menambahkan peta desa, tapal tatas desa, peta perencanaan desa dan surat keputusan kepanitiaan atau tim pembetukan desa. Setelah semua lengkap, akan kami godok di dewan,” terangnya.(CR-1/B-12)