MENINGKATNYA debit air Sungai Jelai menjadi berkah bagi nelayan.


Sebelumnya hasil tangkapan mereka menurun akibat perubahan air sungai sejak November 2015 pasca musim kemarau.


Tapi kini hasil tangkapan nelayan kembali normal, bahkan melimpah dibanding sebelumnya.

Melimpahnya hasil tangkapan nelayan ini dirasakan Tina, warga Keluarahan Mendawai, Kebupaten Sukamara.


Ia ikut mengais rejeki dari hasil ikan yang ditangkap nelayan di Sungai Jelai.


“Sekarang hasil tangkapan nelayan mulai banyak dibanding sebelumnya ini sudah lumayan.”


Tina menjelaskan dampak meningkatnya hasil tangkapan nelayan ini sudah mulai banyak di pasar.


Sebelumnya ikan sungai jenis lais sulit ditangkap, apalagi sejak ikan di Sungai Jelai mendadak mati, sehingga membuat tangkapan nelayan merosot dan harga ikan melambung tinggi.


“Dulu harga ikan lais mencapai Rp70 ribu, tapi kini turun menjadi Rp50 ribu,” tuturnya.


Ia menceritakan sejak melimpahnya ikan sungai ini memberikan penghasilan tambahan baginya sebagai ibu rumah tangga.


Ia berharap potensi ikan yang sudah mulai melimpah ini bisa berdampak baik bagi perikanan air sungai, terutama bagi nelayan yang menggantungkan hidupnya dari mencari ikan.


“Mudah-mudahan kondisi ini terus berlanjut dan setidaknya bisa memberikan uang tambahan buat saya,” harapnya. (MG-13/B-6)