PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Heri Setiawan mengimbau masyarakat jika menjadi korban pemerasan, segera melaporkan ke pihak berwajib. 

"Supaya dengan adanya banyak laporan aduan pemerasan, terkait video call (VC) yang menunjukan hal yang tidak pantas ini, pihak berwajib dan pemerintah dapat mengambil langkah kebijakan yang diperlukan untuk menangani masalah kebijakan privasi dalam penggunaan perangkat telekomunikasi," ungkapnya, Rabu, 5 Juli 2023

Heri menuturkan, dalam menghindari VC orang yang tidak di kenal, menurutnya jika memang tidak kenal dan untuk menjaga privasi sebaiknya jangan diterima jika langsung menghubungi melalui VC.

"Bahkan jika itu telepon kita juga harus waspada, karena tidak jarang juga kasus penipuan berupa pemerasan juga terjadi via telpon,"tuturnya. 

Heri melanjutkan, intinya, saat menerima nomer tidak dikenal, harus waspada dan tetap berpikir positif agar tidak mudah di pengaruhi. "Jangan langsung mudah percaya jika penipu mengetahui identitas dasar kita. Karena dengan perkembangan teknologi saat ini jika kita tidak sengaja menaruh identitas di media sosial. Para pelaku dapat dengan mudah untuk melakukan analis untuk mendapatkan informasi dasar tersebut," ungkapnya.

Menurut Heri, pelaku kejahatan dunia maya seharusnya bisa dilacak dengan perkembangan teknologi saat ini dan pihak berwajib pastinya memiliki metodenya sendiri dalam melakukan pelacakan tersebut.

--page

"Perlu ada sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat luas untuk hal privasi diri apalagi yang mengarah ke hal yang kurang pantas," tambahnya.

Selain itu, perlu regulasi dalam penggunaan nomer telepon karena menurut pandangan Heri, dengan bebasnya penggunaan nomer telepon akan menyulitkan pihak berwajib melacak pelaku. "Karena pelaku dapat dengan mudah mengganti nomer telepon untuk menghilangkan jejak dan memberikan peluang bagi pelaku untuk menggunakan identitas palsu dengan mengganti nomor," tegasnya.

Dia menambahkan, VC dengan menggunakan AI mengubah wajah iItu masih memiliki kelemahan yaitu suara. Jadi, kata dia, masyarakat perlu waspada juga jika ada VC dengan wajah yang mungkin kenal tapi suara berbeda. Harus tetap waspada dan berhati-hati. (APRIANDO/Y)