PELATIH sekaligus fisioterapis pembalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, Moises Vila Blanch, mengatakan bahwa anak asuhnya itu terus menjalani latihan fisik rutin menjelang balapan Formula 1 GP Bahrain, pada Minggu (3/4/2016). Namun, porsi latihan yang diberikan tidak berat.
Moises menyebut, pengaturan menu latihan untuk Rio diperlukan supaya pembalap berusia 23 tahun itu tetap dalam kondisi prima saat race dimulai.
Rio sendiri telah berada di Bahrain sejak Selasa (29/3/2016) untuk menjalani balapan seri kedua musim ini. Mengingat balapan tinggal hitungan hari, pemuda kelahiran Surakarta yang mengidolakan Ayrton Senna tersebut hanya menjalani latihan ringan.
“Dia hanya latihan ringan, yaitu bersepeda atau berlari-lari selama 20 atau 25 menit. Intensitas latihannya pun sedang. Dia juga menjalani latihan CORE , yaitu latihan otot perut dan punggung,” jelas pria asal Spanyol tersebut.
Balapan GP Bahrain ini jadi momen penting bagi Rio setelah gagal finis pada balapan perdana di Australia. Saat itu, mobil Rio mengalami kerusakan teknis ketika semua pebalap masuk pitlane pada lap ke-18. Pembalap asal Jawa Tengah tersebut akhirnya tidak bisa melanjutkan balapan.
Menyusul kegagalan tersebut, Rio bertekad tampil lebih baik di Sirkuit Sakhir, Bahrain.
Kans menebus kegagalan di Australia terbuka lebar. Sebab, Sakhir bukanlah sirkuit yang asing bagi pembalap Manor tersebut.
Musim lalu Rio berhasil naik podium teratas GP2 Series di sirkuit tersebut. Pengalaman dan kenangan indah itu pun jadi motivasi tambahan bagi Rio Haryanto untuk membukukan hasil terbaik di GP Bahrain.
(Bola.com/B-3)








