BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perilaku penindasan atau sering disebut bullying kerap kali terjadi di lingkungan masyarakat termasuk anak-anak di sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Peristiwa bullying yang terjadi pada anak sekolah tentu menimbulkan dampak negatif bagi korban maupun pelaku bully sendiri. Lantas apa saja dampak bullying bagi korban yang masih anak-anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Agus Basrawiyanta melalui Kepala Bidang Perlindungan Anak Mila Susilawati mengatakan, tindakan pembullyan pada korban terutama anak-anak dapat mempengaruhi kehidupan sosialnya di sekolah.
"Sangat berpengaruh sekali pada psikologi atau kesehatan mental anak-anak yang menjadi korban bullying. Lalu, korban menjadi kurang percaya diri, mengasingkan diri, dan tidak mau bergaul dengan yang lain," katanya pada Kamis, 6 Juli 2023.
Tak hanya itu, akibat lain yang ditimbulkan dari efek bullying tersebut yaitu korban kehilangan minat untuk belajar di sekolah serta tidak ingin membuka diri terhadap lingkungan sekitar.
--page
"Dia mungkin akan ketinggalan dalam hal pelajaran sekolah karena dia hanya memikirkan 'aku kok kayak gini,' 'orang lain kenapa begini,' 'kenapa aku yang begini,' 'aku gak bisa,' dan kemauan untuk berteman tidak ada karena selalu dikucilkan," ungkap Mila Susilawati Kabid Perlindungan Anak, DP3AP2KB Kobar.
Begitu pula pada pelaku bullying, adapula dampak yang ditimbulkan pada anak-anak yang menjadi bully atau pelaku pembullyan di sekolah.
"Dia (pelaku) melakukan ini (bullying) merasa tidak apa-apa. Ke depannya dia melakukan hal yang sama, lakukan hal berulang-ulang, jadi pelaku bullying kalau tidak segera ditindaklanjuti akan semakin berbahaya dengan melakukan tindakan bullying di kemudian hari pada anak-anak lainnya," tutur Mila Susilawati Kabid Perlindungan Anak, DP3AP2KB Kobar.
Kemudian, dengan banyaknya perilaku intimidasi, penindasan yang terjadi di sekolah, maka apa yang sebenarnya menjadi penyebab atau faktor yang mendorong terjadinya pembullyan?
Menurut Kabid Perlindungan Anak Mila Susilawati, seorang anak yang melakukan bullying mungkin didasari perasaan tidak suka sehingga dirinya mengekspresikan dengan hal yang tidak benar ataupun tidak menerima candaan teman-temannya.
--page
"Mungkin pelaku merasa dirinya lebih, tidak mau ada orang yang lebih dari dari dia, tidak suka dengan melihat ini (korban) akhirnya timbul yang awalnya bercanda kemudian karena dirinya merasa mampu, berkuasa pada akhirnya mengajak yang lain. Lalu, anak yang lain tidak mengerti hanya ikut-ikutan, akhirnya terjadilah pembullyan berkelompok," ujarnya.(NURITA/H)









