Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menyindir kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani drainase.
Sebab drainase di dalam Kota Sampit diakui belum erfungsi maksimal atau banyak yang buntu. “Pada saat saya turun langsung mengecek saluran drainase ada yang macet. Ini harus lancar,” kata Supian Hadi, Kamis (31/3/2016).
Ia melanjutkan pada musim hujan masih ditemukan saluran drainase di kota yang berjuluk Kota Mentaya itu tersumbat. Akibatnya ketika hujan turun air tergenang sehingga mengakibatkan banjir di sekitar permukiman penduduk. Untuk itu Supian memerintahkan kepada kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertmanan Tata Kota dan Kebersihan (Dispertasih) agar melakukan penanganan secara serius. “Dinas PU dan Dispertasih tolong dicek semua saluran-saluran drainase yang ada karena masih banyak yang buntu,” ujarnya.
Pada periode keduanya memimpin Kotim, Supian Hadi bertekad meraih kembali Piala Adipura yang pada tahun lalu gagal dipertahankan. Dimana pada 2015 lalu Sampit gagal mempertahankan piala yang selama tiga kali berturut-turut mampu dipertahankan. Yakni pada 2012, 2013, dan 2014. Padat proses Pilkada piala adipura itu tidak dapat dipertahankan. Sehingga setelah dia terpilih pada periode keduanya ini menargetkan bisa meraih kembali piala adipura.
“Tahun ini kami targetkan piala Adipura harus kembali diraih,” kata Supian Hadi yang didampingi Sekretaris Daerah, Putu Sudarsana usai menghadiri kegiatan humas dan protokl di Gedung Serbaguna Sampit.
Berdasarkan pantauan Borneonews, Kota Sampit masih tampak sembrawut, jalanan umum yang menjadi titik pantau Piala Adipura masih terlihat kotor akibat aktivitas angkutan tanah latrit. Seperti pantauan di Jalan Tjilik Riwut aspal terlihat sangat kotor yang dipenuhi tanah merah setiap hari.
Meski pasukan kuning membersihkan tanah merah di jalan setiap hari. Keesokan harinya kotor kembali. “Percuma kami bersihkan tiap hari kalau bekas tanah dibawa mobil tiap hari menempel di aspal. Ii bias bersih kalau disiram,” kata salah seorang pasukan kuning. (FI/B-8)


