Meski saat ini masih musim penghujan, namun bukan berarti Kabupaten Seruyan aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi.


“Kami sudah mewaspadai ancaman kembali terjadinya karhutla tahun ini. Upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk pencegahan karhutla kami bakal menggelar rapat koordinasi pencegahan bersama dengan melibatkan semua pihak,” kata Bupati Seruyan Sudarsono saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Kamis (31/3/2016).


Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga semakin meningkatkan upaya sosialisasi kepada warga Seruyan. Tahun ini, setiap kecamatan harus bisa melakukan upaya preventif untuk mencegah terjadinya karhutla. “Peran serta dan kesadaran aktif dari pihak perusahaan perkebunan juga kami minta agar bisa bersama-sama melakukan pencegahan karhutla sejak dini,” kata dia.


Sudarsono menegaskan, api sekecil apa pun bisa berpotensi membesar dan menyebabkan karhutla. Oleh karena itu, Pemkab Seruyan mengimbau kepada masyarakat dan perusahaan untuk tidak melakukan pembakaran lahan meski dengan dalih skala kecil.


“Karena sekarang ini, setiap individu atau kelompok yang secara sengaja kedapatan melakukan pembakaran akan ditindak dan diberikan sanksi tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas dia. 


Menurut Sudarsono, tindakan pencegahan lebih baik daripada karhutla terlanjur meluas dan susah payan memadamkan. Apalagi, arahan dari Presiden dan Kapolri saat rapat koordinasi membahas masalah karhutla beberapa waktu lalu, tahun 2016 ini semua daerah baik provinsi maupun kabupaten harus tidak ada lagi kebakaran. (PN/B-8)