PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kekerasan pada anak di Indonesia masih banyak terjadi begitu pula di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah. 

Dari data UPTD PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kobar pada tahun 2022 terdapat 58 kasus kekerasan pada anak. 

Sedangkan, pada Januari sampai Mei 2023 sebanyak 31 laporan mengenai kekerasan pada anak, meliputi 8 kasus kekerasan seksual, 5 kasus pencabulan, 10 kasus kenakalan remaja, 4 kasus kekerasan di sekolah, 1 kasus KDRT anak, 3 kasus perebutan hak asuh anak. 

Data tersebut menunjukkan bahwa kekerasan pada anak bisa terjadi di lingkungan masyarakat, sekolah, bahkan di rumah anak itu sendiri. Lebih mirisnya lagi, pelaku kekerasan pada anak adalah keluarga sendiri yang mana orang terdekat korban. 

"Untuk itu, masyarakat entah tetangganya, keluarganya, ataupun orang yang melihat istilahnya saksi ya yang melihat kejadian itu (kekerasan), mendengar sesuatu yang tidak beres atau ada hal yang tidak seperti biasanya, segera melaporkan bahwa terjadi misalkan KDRT anak, silahkan dilaporkan," ujar Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Kobar, Mila Susilawati, Kamis, 6 Juli 2023.

Lalu, ia menekankan kepada masyarakat jika melihat kejadian korban yang mendapatkan perilaku kekerasan dari keluarga maupun mendapatkan kekerasan di sekolah untuk tidak mengucilkan korban. 

--page

"Tetapi jangan dilupakan juga anaknya, anaknya jangan dijauhi, sering terjadi tetangga seperti ini 'orang tuanya kayak gitu, pasti anaknya kayak gitu ' nah itu salah, kalau bisa dekatin (anak)," kata Mila Susilawati Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Kobar.

Ia juga menyampaikan kepada keluarga, teman dekat, masyarakat untuk tidak perlu takut untuk melaporkan jika mengetahui atau melihat terjadinya kekerasan pada anak di ruang publik. Sebab, jika bukan masyarakat sendiri siapa lagi yang akan membantu para korban untuk berani speak up, karena korban memerlukan dukungan masyarakat sekitar. (NURITA/J)