PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Praktisi IT Muhammad Iqbal Adenan mengatakan, penggunaan aplikasi komunikasi yang semakin sering digunakan untuk tujuan yang tidak pantas, terutama dalam hal video call. Pada dasarnya, aplikasi komunikasi ini dirancang untuk memfasilitasi interaksi antar pengguna dengan tujuan yang lebih positif. 

“Namun, beberapa pengguna yang tidak bertanggung jawab telah memanfaatkannya untuk kegiatan yang tidak pantas. Para pengguna seharusnya memahami risiko yang ada ketika menggunakan aplikasi komunikasi, terutama dalam hal video call,” ungkapnya, Jumat, 7 Juli 2023

Muhammad Iqbal Adenan menuturkan, semua pihak harus menyadari bahwa smartphone memiliki fitur perekaman yang dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa kasus penyalahgunaan video call ini terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Kesadaran akan privasi dan penggunaan data pribadi di media sosial sangat penting untuk dipahami oleh semua pengguna.

“Tidak hanya dalam hal foto atau informasi pribadi yang diunggah, namun juga dalam hal penggunaan video call,” tegasnya.

--page

Terutama bagi anak-anak dan remaja yang mulai mengenal dunia digital, ‘mereka’ rentan menjadi target modus penipuan yang mengajak video call atau bahkan meminta foto KTP. Risiko kebocoran data pribadi sangat nyata dan dapat berdampak buruk bagi ‘mereka’.

“Bagi anak-anak yang kurang memahami risiko ini, pengawasan orang tua sangatlah penting. Orang tua tidak boleh lengah terhadap aktivitas anak di dalam smartphone,” katanya.

Belum lagi, dengan adanya aplikasi yang menawarkan kesempatan untuk bekerja, seperti live streaming dengan bayaran yang menggiurkan, perlu diingat bahwa hal tersebut dapat membawa konsekuensi yang merusak masa depan anak-anak.

“Oleh karena itu, pengawasan dan kontrol dari orang tua sangat diperlukan dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam hal yang berbahaya,” jelasnya.

Ia juga menekankan, pentingnya literasi digital di masyarakat. Baik itu dalam penggunaan video call maupun interaksi langsung, kesadaran akan risiko yang terkait dengan penggunaan aplikasi komunikasi ini harus ditingkatkan. Selain itu, penyebaran konten yang tidak pantas melalui media sosial juga menjadi ancaman yang serius dan perlu diwaspadai.

--page

“Kita harus bersama-sama membangun kesadaran akan risiko yang terkait dengan penggunaan aplikasi komunikasi ini. Edukasi dan literasi digital menjadi kunci penting dalam melindungi diri kita dari ancaman yang dapat merusak kehidupan pribadi,” pungkasnya. (APRIANDO/J)