SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Asrama tidak layak huni, mahasiswa Kabupaten Kotawaringin Timur yang sedang mengenyam pendidikan di Palangka Raya mengadu kepada Bupati. 

"Selama ini fasilitas asrama kurang layak seperti kasur, lemari dan ada juga bangunanya. Salah satu asrama bahkan hanya 16 pintu yang layak pakau dari 40 pintu yang tersedia," kata Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotim (IPMK) Palangka Raya Agung Setiawan.

Dia mengutarakannya kepada Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor pada audiensi di Rumah Jabatan Bupati, Jumat, 7 Juli 2023.

Asrama mahasiswa Kotim di Palangka Raya merupakan aset daerah. Sehingga pemerintah daerah semestinya memperhatikan kelayakan hunian mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di sana.

Agung mengatakan, ada 4 asrama pelajar mahasiswa Kotim di Palangka Raya yang terdiri dari 3 asrama putra dan 1 asrama putri. Keempat asrama itu berada di lokasi yang berbeda-beda.

--page

Asrama putra I di Komplek PUPR, asrama putra II di Pasar Besar, asrama putra III di Raden Saleh, dan asrama putri di Yos 3.

"Asrama yang tidak layak itu asrama putra III berada di Jalan Raden Saleh. Itu asrama baru, namun tidak layak huni," tuturnya. 

Dia menjelaskan asrama putra III memiliki 40 pintu kamar, namun hanya 16 pintu yang layak huni. Hingga kini asrama baru itu menampung 18 orang. Semestinya mampu menampung maksimal 80 orang.

"Kami juga berharap agar pemerintah daerah menambah jumlah asrama. Karena mahasiswa Kotim di Palangka Raya jumlahnya ribuan, sementara asrama saat ini hanya bisa menampung 100 orang," harapnya.

Halikin menyambut baik kedatangan perwakilan IPMK  Palangka Raya. Dia merespon aduan mahasiswa itu dengan mengutus Kabag Kesra untuk segera meninjau lokasi asrama.

Asrama mahasiswa Kotim di Palangkaraya memang aset daerah. Namun bangunannya menyewa, sehingga tidak dapat dilakukan rehabilitasi.

--page

"Tetapi untuk fasilitasnya, kita akan cek dulu di lapangan. Kita akan berusaha memenuhi," demikian Halikin. (DEWI PATMALASARI/J)