BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Jumat 7 Juli 2023.
Kunjungan ini dilakukan untuk memperoleh informasi dan referensi mengenai strategi Pemerintah Bali dalam penanganan stunting. Selain itu Faridawaty juga melakukan peninjauan ke RSUD Bali Mandara.
Diketahui, Provinsi Bali merupakan wilayah terendah dalam angka prevalensi stunting yaitu 8 persen pada 2022 yang menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI).
Dalam paparannya kepada rombongan pimpinan DPRD Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan Bali memiliki beberapa strategi dalam pencapaian keberhasilan menangani stunting.
Salah satunya cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Provinsi Bali hampir mencapai 100 persen. Luasan cakupan itu berarti memberikan jaminan kesehatan kepada hampir semua warga Bali, termasuk kepada ibu hamil, bayi dan anak-anak di mana masa krusial pencegahan stunting adalah saat kehamilan dan 1.000 hari pertama kehidupan bayi.
Cakupan JKN yang hampir 100 persen persen ini tidak lepas dari kontribusi Pemerintah Provinsi Bali yang menganggarkan jaminan kesehatan tambahan di APBD-nya.
Jaminan kesehatan yang bersumber dari APBD ini ditambah jaminan kesehatan yang ditanggung oleh APBN membuat cakupan JKN Bali menjadi optimal.
Strategi lain tak kalah penting adalah Provinsi Bali memiliki dasar kebijakan yang bertingkat terkait penanganan stunting, dimulai dari adanya Perda, Pergub dan Kepgub.

Kebijakan di tingkat provinsi tersebut kemudian dilanjutkan pula dengan kebijakan dan program di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Bali.
Alhasil, dengan adanya dasar kebijakan yang jelas dan berjenjang, maka upaya penurunan prevalensi stunting yang melibatkan banyak aktor dapat mudah diimplementasikan dan dikendalikan.
Sementara itu dalam peninjauan ke RSUD Bali Mandara diketahui bahwa RSUD ini adalah RSUD provinsi pertama di Bali dengan tipe B dan baru beroperasi selama 6 tahun.
--page
Walau terhitung baru berdiri, tapi RSUD Bali Mandara sudah 2 kali meraih akreditasi paripurna dan saat ini sedang persiapan melakukan akreditasi internasional.
Selain melayani pelayanan medis dasar, RSUD Bali Mandara juga memiliki layanan unggulan yaitu Layanan Kanker Terpadu yang meliputi radioterapi, kemoterapi dan kedokteran nuklir.
RSUD Bali Mandara juga satu layanan bernama Poliklinik Pengobatan Tradisional yang merupakan poliklinik yang bertugas membantu pasien dalam mengobati sakit akibat non medis.
Inovasi ini selain memberikan alternatif lain bagi pasien juga turut melestarikan kearifan lokal pengobatan tradisional ala Bali. (ROKIM/R)









