BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah sembilan bulan lebih masuk daftar pencarian orang (DPO) pascakabur usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Palangka Raya pada 18 Juni 2015, Suwarto, alias Warto, 46, dibekuk di kediamannya, Jalan Perkebunan, Kelurahan Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya, Kamis (31/3/2016) petang


Tubuh pria yang pernah bersarang tiga tembakan saat pertama kali ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng pada Minggu (11/1/2015) itu ditaklukkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Palangka Raya.


Suwarto memang benar-benar tidak kapok. Selama pelarian, pecatan Birmob Polda Kalteng tahun 2009 itu kembali menjalani bisnis sabu. Bahkan saat ditangkap oleh Satresnarkoba dipimpin Kasat Narkoba AKP Winarko Kisworo, dia lagi-lagi berupaya kabur.


Pada akhirnya, anggota melepaskan tembakan peringatan. Nyali Warto pun langsung menciut lalu memilih menyerah. 


"Iya kita tangkap kemarin. Kita berikan tembakan peringatan karena berupaya kabur," kata Winarko mewakili Kapolres AKBP Jukiman Situmorang kepada Borneonews, Jumat (1/4/2016) pagi.


Dia menuturkan, Warto masih berbisnis sabu meskipun ia telah ditangkap dalam kasus serupa lalu kabur usai menjalani sidang. Begitu mendapat informasi jika Warto kembali ke sarangnya, anggota langsung menuju TKP.


Ternyata Warto mengetahui kedatangan anggota. Warto lalu keluar rumah dan berusaha kabur. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi. Warto baru menyerah setelah anggota melepaskan tembakan peringatan.


Setelah itu, anggota melakukan penggeledahan. Karena tidak ditemukan barang bukti, anggota kemudian menyerahkan Warto ke pihak Kejaksaan Negeri Palangka Raya.


Sekadar mengingatkan, pada tahun lalu, Warto sebenarnya dilakukan penangkapan oleh Ditres Narkoba Polda Kalteng pada 16 Desember 2014, di Jalan Benuah V, Tjilik Riwut Km 11. Namun dia berhasil kabur. Anggota hanya menemukan 11 paket sabu dan senjata api rakitan revolver lengkap dengan amunisi.


Kemudian pada Minggu (11/1/2015) anggota melakukan penggerebekan di rumahnya. Pada saat digerebek, Warto meloncat dari pintu dan kabur menuju hutan. Kemudian terjadi kejar-kejaran dan akhirnya Warto di dor. Tiga peluru pun bersarang ditubuhnya. Di TKP kedua itu, anggota menyita lima paket sabu beserta alat isap. Juga ditemukan lagi senjata api rakitan jenis revolver. (BUDI YULIANTO/m)