BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah Bambang Widodo keberatan bila operasi yang melibatkan ratusan tim gabungan di Lapas Kelas II A Palangka Raya, disebut penggerebekan. Menurutnya, yang benar adalah “operasi gabungan” dan sudah direncanakan dengan matang.


“Saya keberatan kalau pemberitaan disebut itu penggrebekan. Kalau penggrebakan itu dilakukan tanpa koordinasi. Tapi semua ini sudah direncanakan dan melibatkan baik Polri, TNI, BNNP maupun BNNK,” kata Widodo kepada wartawan, Jumat (1/4/2016).


Dia menuturkan, proses rencana operasi gabungan itu dimulai pada 28 Maret 2016. Hari itu pihaknya mengundang empat instansi tersebut. Kemudian pelaksanaan rapat koordinasi berlangsung pada 29 Maret 2016. 


Dari hasil koordinasi, disepakati bahwa operasi gabungan berlangsung pada Rabu (30/3/2016) pukul 14.00 WIB dengan melibatkan ratusan personel, termasuk ada di antaranya dari pihak pemadam kebakaran Kota Palangka Raya.


Namun, lanjut dia, sebelum operasi berlangsung atau persisnya pada pukul 11.00 WIB, pihaknya sudah mengundang sejumlah awak media, baik cetak, online, maupun elektronik untuk ikut serta mengikuti kegiatan operasi gabungan itu.


Menurutnya, sempat terdengar hiruk pikuk ratusan napi dalam lapas begitu melihat kedatangan ratusan tim gabungan berseragam lengkap plus dibekali senjata laras panjang.


“Setelah itu saya bersama Kadiv Permasyarakatan mendatangi kamar hunian satu persatu untuk menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakannya operasi sehingga seluruh warga binaan dapat tenang,” tuntasnya. (BUDI YULIANTO/m)