BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melaksanakan apel gelar pasukan dan sarana prasarana mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati, Senin, 10 Juli 2023.
"Kegiatan apel ini bukan sekadar seremoni namun harus menjadi sarana untuk mengevaluasi kesiapan alat perangkat dan personil untuk menghadapi dan mengantisipasi potensi eskalasi kejadian dan dampak dari karhutla," ujar Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, Senin, 10 Juli 2023.
Jaya melanjutkan, dampak karhutla tersebut diprediksi akan terjadi dalam minggu-minggu ke depan hingga Bulan September mendatang.
Tujuan dilaksanakannya apel hari ini yakni untuk memastikan kesiapsiagaan Kabupaten Gunung Mas dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan sehingga setiap instansi dan stakeholder yang tergabung di dalam komando satuan tugas kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Gunung Mas dapat mempersiapkan segala sesuatunya seperti sarana dan prasarana serta sumber daya yang ada.
"Saya berharap seluruh instansi dan stakeholder TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Damkar, Tagana dan relawan masyarakat peduli api dapat berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menanggulangi bencana karhutla," pinta Jaya.
--page
Selain itu, diharapkan mereka juga saling bahu membahu dan bekerja sama dalam mewujudkan Kabupaten Gunung Mas bebas asap tahun 2023 dengan mengutamakan upaya pencegahan karhutla.
Dalam apel tersebut, Bupati Gunung Mas Jaya S Monong bersama dengan Pj Sekda Richard, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan lainnya berkeliling lapangan untuk mengecek pasukan beserta sarana dan prasarana mengantisipasi karhutla. Setelahnya mereka mencoba langsung alat pemadam kebakaran, apakah berfungsi atau tidak. (RISKA YULYANA/H)









