BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas melatih para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) membuat pakan ikan untuk keefektifan dan keefisiensian pelaksanaan pembinaan kemandirian bidang budidaya ikan air tawar di Rutan Kuala Kapuas.
Kepala Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas, Toni Aji Priyanto, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Hendrik Hariyadi, mengatakan, pihaknya memberikan pembinaan kemandirian pembuatan pakan ikan kepada WBP adalah untuk memberikan edukasi cara menekan biaya budidaya ikan air tawar dengan membuat pakan ikan sendiri.
Menurut Hendrik, saat ini Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas mengolah sebanyak 3,3 ton pakan ikan dengan komposisi 1,1 Ton merupakan ikan kering, dan 2,2 Ton dedak dan vitamin serta suplemen 5-10 liter.
“Harga pakan ikan jadi adalah Rp. 13.000 perkilogram, sementara jika membuat sendiri rata-rara perkilogram hanya memerlukan biaya Rp. 6.500 perkilogram, itu sudah menekan biaya pakan sebesar Rp. 6.500 perkilo, dikalikan saja dengan pembuatan 3,3 ton akan menekan biaya budidaya ikan sebesar Rp. 21.450.000,” katanya, Senin, 10 Juli 2023.
Dijelaskannya, pembuatan pakan ikan ini ditunjang dengan adanya mesin pembuat ikan yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu, untuk mempermudah pembuatan.
--page
“Meskipun pengadaan mesin pembuat pakan ikan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, tetapi untuk jangka panjang akan sangat meringankan biaya, karena hanya yang dihitung sebagai biayanya adalah berupa nilai penyusutan dari mesin itu sendiri," tandasnya. (DODI RIZKIANSYAH/Y)









