DALAM rangka menjaga kondisi jalan di Kabupaten Pulang Pisau agar terpelihara dan tidak cepat rusak, serta upaya meningkatkan Pemasukan Asli Daerah (PAD), Dinas Perhubungan Komunikasi  dan Informatika (Dishubkominfo) setempat mengusulkan pembuatan Jembatan Timbang. 


“Solusinya kita memang harus punya jembatan timbang, yakni jembatan yang berfungsi untuk memungut retribusi dari angkutan yang hilir mudik tersebut,” kata Kepala Dishubkominfo Pulang Pisau Rustam Ahmidie, Jumat (1/4/2016).


Berkembangnya daerah dengan pesat, serta semakin banyaknya perusahaan yang berinvestasi di Pulang Pisau, kata Rustam, membuat roda ekonomi terus berputar de­ngan berbagai aktivitas keluar masuk kendaraan, baik kendaraan industri, konstruksi maupun kendaraan pengangkut hasil sumber daya daerah.


Ramainya aktivitas dengan kemajuan tersebut secara otomatis meningkatkan juga jumlah angkutan darat yang dikhawatirkan bisa berimbas pada rusaknya badan jalan yang dibangun oleh pemerintah daerah.


Keberadaan jembatan timbang, menurutnya, salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mendapat kompensasi dari pesatnya pembangunan yang ada. 


Rustam mengatakan, banyak daerah yang sudah menggunakan jembatan timbang sebagai filter bagi kendaraan yang memiliki muatan melebihi tonase. 


“Kehadiran jembatan timbang juga dijadikan sebagai pemasukan daerah,” kata Rustam.


Melihat kondisi yang ada saat ini, Pulang Pisu sudah saatnya memiliki jembatan timbang, mengingat jumlah angkutan yang beraktifitas di daerah ini mulai mening­kat.  


“Saat ini kita mulai menyusun usulan jembatan ini  dan memang tidak bisa buru-buru, harus perlu kajian, karena memerlukan anggaran yang besar,” katanya.

(DY/B-5)