BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga bulan Juli ini ada 61 kali kejadian Karhutla dengan luas terbakar 30,04 Hektar (Ha).
"Hingga Juli 2023 ini, ada 61 kali kejadian Karhutla dengan luas terbakar 30,04 Hektar (Ha)," ujar Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Selasa, 11 Juli 2023.
Meskipun cukup banyak kejadian Karhutla, namun sudah sekitar 10 hari Kota Palangka Raya terbebas dari amussibah tersebut. Kasus karhutla terakhir terjadi pada tanggal 1 Juli 2023.
Kebakaran tersebut terjadi di Jalan Panjoeng, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya yang menghanguskan lahan seluas 0,01 Ha. Api tidak sempat meluas, karena penanganan cepat tim TRC BPBD Kota Palangka Raya.
"Alhamdulillah kami patut bersyukur dalam kurun waktu 10 hari terakhir di bulan Juli ini tidak ada kejadian karhutla, semoga trend positif bebas Karhutla ini bisa terus berlanjut," katanya, Selasa, 11 Juli 2023.
--page
Sambungnya, Kota Palangka Raya bebas Karhutla 10 hari terakhir ini diakibatkan lahan dan hutan di Kota Cantik cukup basah, akibat akhir - akhir ini sering terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
"Selain itu peran dari pihak Kecamatan, Kelurahan dan peran dari Polresta serta Kodim 1016 Palangka Raya yang melakukan sosialisasi pencegahan karhutla ke masyarakat juga yang menjadi faktor tidak terjadinya Karhutla akhir - akhir ini," pungkasnya. (PATHUR/H)









