BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Potensi gelombang pasang yang menyebabkan banjir rob yang terjadi di wilayah pesisir, khususnya Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya masih terjadi akibat kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Iskandar, Aqil Ihsan, Selasa, 11 Juli 2023 menjelaskan hal tersebut terjadi akibat dinamika atmosfer dengan adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Kalteng.
"Bibit siklon tropis 95W terpantau berada di Laut Filipina sebelah timur Filipina, tepatnya di sekitar 11.5°LU 132.6°BT, dengan kecepatan angin maksimum 15 knots. Kemudian terdapat tekanan udara minimum 1011.6 hPa," jelasnya.
Kemudian berdasarkan analisis angin perlapisan, menunjukkan sirkulasi siklonik terdapat di lapisan bawah hingga menengah namun masih melebar.
"Kondisi lingkungan di sekitar memiliki suhu muka laut cukup hangat berkisar 29-30°C. Vertical Wind Shear (VWS) dalam kategori sedang berkisar 20-25 knots dan vortisitas dalam kategori lemah di lapisan bawah hingga menengah yaitu 850 – 500 hPa. Model NWP skala global untuk 24 jam kedepan menunjukkan pergerakan bibit 95W bergerak ke arah Barat Laut. Potensi bibit 95W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori Rendah," jelasnya.
Sehingga bibit siklon tropis 95W memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam 24 jam kedepan.
"Diantaranya tinggi gelombang berkisar antara 1.25 - 2.5 meter di Perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Perairan Bitung hingga Pulau Sitaro, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Perairan barat Kepulauan Halmahera, Perairan Jayapura, dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









