BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Focus Group Discussion (FGD) Monitoring dan evaluasi (Monev) perlindungan pekerja rentan di desa bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kapuas digelar pada Rabu, 12 Juli 2023.
Kegiatan yang dilaksanakan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini diikuti sejumlah camat, dan para kepala desa, bertempat di Ballroom Permata Inn Jalan Seroja.
FGD ini dihadiri Plt Bupati Kapuas yang diwakili Staff Ahli Bupati Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Jaya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Budi Wahyudi, Kepala Dinas PMD Budi Kurniawan, Kepala Dinas Sosial Yanmarto, Kadisnaker Raison dan lainnya.
Jaya mengatakan, pemkab akan mendukung hasil diskusi ini yang mana akan disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat, supaya memahami program BPJS Ketenagakerjaan itu bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pekerja rentan yang ada di Kabupaten Kapuas.
"Supaya nanti semua elemen yang bisa mendukung kegiatan ini. Pertama kita mulai dari desa, jadi tadi dilaunching program satu desa 100 pekerja rentan dengan menyiapkan anggaran dari APBDesnya yang harus diberikan jaminan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Jaya
--page
Ke depannya disamping sosialisasi yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan bersama elemen pemerintah khususnya Dinas PMD Kapuas juga akan lebih menjangkau kepada masyarakat lebih luas.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya, Budi Wahyudi mengatakan program menyasar pekerja rentan yang ada ekosistem desa, mulai dari perangkat desa, damang, mantir, BPD itu sudah clear dari 214 desa tersisa 25 desa saja yang belum terdaftar dan akan ditindaklanjuti Kadis PMD agar tercover.
"Kedua ada arahan dari Pemkab Kapuas dalam hal ini melalui Dinas PMD bahwa desa diharapkan akan memberikan perlindungan terhadap 100 orang pekerja rentan yang ada di desa. Kenapa hal ini dilakukan semata mata tujuannya adalah mendukung program pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrem," ucap Budi. (DODI RIZKIANSYAH/H)









