KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Murid baru di SDN 6 Selat Hilir tampak semangat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung sejak 10 - 12 Juli 2023.

Menambah semangat murid baru bersekolah, SDN 6 Selat Hilir juga memberikan bantuan berupa seragam merah putih dengan atribut lengkap serta baju olahraga kepada murid kelas 1.

Tepat dihari ketiga MPLS di SDN 6 Selat Hilir, Rabu, 12 Juli 2023, Kepala Dinas Pendidikan Kapuas, Aswan melakukan monitoring pelaksanaan MPLS, sekaligus menyerahkan bantuan seragam sekolah tersebut kepada belasan murid baru.

Plt Kepala SDN 6 Selat Hilir, Agustina Widya Astuti menyambut baik kedatangan Kepala Dinas Pendidikan Kapuas yang memantau sejauh mana kegiatan MPLS, memastikan berjalan dengan aman dan lancar serta dengan rasa yang bahagia. 

Ia menjelaskan kegiatan MPLS diisi dengan sosialisasi diri yang di dalamnya terkait dengan pendidikan karakter secara sosial emosional bagi murid. Terutama untuk murid kelas 1 yang baru masuk masa transisi dari jenjang PAUD ke jenjang sekolah dasar. 

"Harapan kami dengan kegiatan MPLS ini menjadi langkah awal dalam memberikan pengalaman bermakna bagi murid di sekolah sehingga menjadi motivasi internal untuk menghadapi pembelajaran jangka panjang dengan rasa yang bahagia serta menyenangkan," kata Agustina.

Lebih lanjut, terkait dengan bantuan seragam kepada murid baru itu, menurut dia sebagai bentuk perhatian sekolah kepada murid baru.

"Dengan harapan sekolah bisa memiliki hubungan yang baik dan berkolaborasi aktif bersama orang tua murid," harapnya.

--page

Selain itu, kegiatan MPLS juga diberikan kepada semua siswa yang menjalani masa transisi kelas, seperti dari kelas 3 naik kelas ke kelas 4 dengan tujuan beradaptasi dengan guru yang baru dari pembentukan organisasi kelas dan persiapan pembelajaran aktif. 

"Seperti jargon sekolah kami yaitu Sekolah Ceria akronim dari Cerdas, energik, ramah, inovatif, Akhlaqul Karimah, sekolah kami berusaha memberikan yang terbaik dalam melaksanakan pembelajaran tanpa menjadi beban bagi murid," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/R)