KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kader Posyandu dari desa dan kelurahan di Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas telah mengikuti pelatihan penyiapan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk ibu hamil kekurangan energi kronik dan balita gizi kurang.

Pelatihan yang diberikan Puskesmas Pulau Kupang tersebut bertempat, di Aula Kantor Camat Bataguh Jalan Pematang Sawang, Desa Sei Lunuk.

Kegiatan dihadiri Camat Bataguh, Syuryadin, perwakilan unsur tripika, Dinas Kesehatan yang bagian Kesga dan Gizi, dokter umum Kelurahan Pulau Kupang, Bidan dan Pjs Promkes UPT PKM Pulau Kupang.

Camat Bataguh, Syuryadin menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk perbaikan gizi balita maupun ibu hamil kekurangan energi kronik. 

Dengan adanya bimbingan bagi para kader agar bisa memberi masukan kepada sasaran yang telah ditentukan. Dalam pelatihan ini yang merupakan kegiatan dalam rangka mempersiapkan kader posyandu agar siap dan mampu memberikan persiapan penyajian makanan yang berbasis lokal di desanya,

“Seperti diketahui kalau peran posyandu adalah merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan, terlebih dalam upaya menurunkan angka kekurangan gizi," katanya, Rabu, 12 Juli 2023.

Sehingga, dari kegiatan posyandu akan diketahui perkembangan kesehatan dari balita maupun ibu hamil. Maka dari itu, penyajian terbaik harus segera diketahui oleh para kader dengan melalui kegiatan pelatihan ini.

Sementara, Kepala Puskesmas Pulau Kupang Yoestina mengatakan kalau untuk hasil yang diharapkan dari pelatihan ini intinya harus dibekali agar ke depannya dapat menyiapkan pemberian makanan berbasis bahan lokal. 

"Sasaran untuk mendapat pemberian makanan ini, sudah ada terdata di masing masing desa atau kelurahan baik ibu hamil KEK maupun balita gizi kurang, yang mana akan diberikan secara bergiliran," ucapnya.

--page

Materi pelatihan disampaikan Mayae Hugo selaku Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang mengulas sedikit tentang tujuan diadakan pelatihan, agar para kader kedepannya nanti akan mendapatkan pengetahuan dan juga akan mempraktekkan.  

"Maksudnya adalah tentang pangan lokal, lalu pengolahan untuk disampaikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesehatan pastinya," jelasnya. (DODI RIZKIANSYAH/R)