BORNEONEWS, Palangka Raya - Saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) sesuai tugas pokok dan fungsi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kalimantan Tengah dan salah satunya di wilayah kota Palangka Raya yakni di Kelurahan Petuk katimpun.
Hal ini ditandai dengan kunjungan Kepala Dinas P3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden bersama jajaran beserta Dharma Wanita Dinas P3APPKB Prov Kalteng ke Puskesmas Jekan Raya untuk melakukan koordinasi dan menyamakan persepsi dengan pihak Puskesmas Jekan Raya, para kader posyandu dan Tim Pendamping Keluarga, serta dengan jajaran pemerintah tingkat kelurahan yaitu Kelurahan Petuk Katimpun untuk berupaya secara masif dan optimal dalam penurunan angka stunting di Kalimantan Tengah, Rabu 12 Juli 2023.
Dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan arahan kepada kader posyandu dalam penanganan stunting di wilayah pelayanan setempat, baik penanganan secara spesifik maupun sensitif.
Ina Aden panggilan akrab Linae Victoria Aden ini juga menyampaikan percepatan penurunan stunting adalah merupakan target nasional yg harus diwujudkan secara konvergensi dari semua elemen pemerintah dan masyarakat.
Diketahui, capaian Kalteng pada 2022 yaitu 26.9 persen dan tahun ini yaitu 19,30 persen dan pada 2024 yaitu ditargetkan bisa turun menjadi 15,38 persen.
Sementara target nasional pada 2023 yaitu 17,8 persen dan 2024 yaitu 14 persen. Untuk itu perlu upaya dan kerja keras dan kerja sama lintas sektor untuk bersinergi dalam upaya, sehingga perlu percepatan penurunan stunting kerja keras dari lintas sektor di Kalimantan Tengah.
Dikatakan juga bahwa kasus stunting tidak hanya dilihat dari ukuran tinggi badan saja, tapi tumbuh kembang otak anak juga jauh lebih penting agar bisa menjadi generasi yang cerdas.
Ina Aden mengatakan ditahap awal atau 3 bulan ke depan akan dilakukan pendampingan terhadap keluarga bayi beresiko stunting dan pemberian makanan tambahan oleh petugas yang sudah ditunjuk yakni kader posyandu.
Ia berharap dengan pengoptimalan gerakan ini bisa mempercepat program penurunan stunting di Kalteng.
--page
Pencapaian Ketahanan keluarga dalam rangka penurunan stunting yg saat ini menjadi salah satu PR bersama, untuk itu diperlukan partisipasi semua pihak untuk melakukan percepatan penurunan stunting di Bumi Tambun Bungai.
Sementara itu Kepala Puskesmas Jekan Raya, Haryadi melaporkan bahwa sampai Juli 2023 ini di wilayah Jekan Raya masih ada balita stunting dan beresiko stunting.
Saat ini perlu penanganan serius serta inervensi kepada balita stunting agar segera keluar dari zona merah, dan instervensi bagi balita beresiko stunting agar terhindar dari stunting dan dapat bertumbuh menjadi bayi dan balita yang sehat dan cerdas. (ROKIM/R)









