BORNEONEWS, Nanga Bulik – Sebagai upaya memantapkan sinergi antara pemangku kepentingan dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Lamandau, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distakan) setempat, menggelar rapat koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) tahun anggaran 2023.
Kegiatan yang di gelar di Aula Kantor Distakan Kabupaten Lamandau tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Lamandau, Riko Porwanto, Kamis, 13 Juli 2023, dan dihadiri oleh perwakilan dari setiap kecamatan untuk membahas terkait kendala atau permasalahan di lapangan.
“Semoga melalui rapat koordinasi hari ini, setiap kedala dan permasalahan di lapangan dapat dicarikan solusinya,” ucap Wabup Riko.
Wabup juga berharap, rapat koordinasi tersebut dapat memantapkan sinergi antara pemangku kepentingan dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Lamandau. Sehingga persoalan yang terjadi dapat segera dipetakan.
“Melalui koordinasi yang baik antara Dinas, distributor, Pengecer hingga penyedia pupuk bersubsidi akan berdampak baik untuk petani yaitu tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran,” katanya.
--page
Menurut Wabup, pupuk merupakan bagian penting dari rantai produksi sarana pertanian dalam peningkatan produksi pertanian (padi, jagung, kedelai, sayur sayuran dan buah buahan) baik pupuk pabrikan Organik ataupun pupuk organik (padat dan cair).
“Dalam kaitan penyediaan produksi pangan dan ketahanan pangan maka pemerintah mengatur dan memberikan subsidi pupuk kepada petani,” ujarnya.
Dengan subsidi pupuk tersebut, imbuh Wabup, para petani di Kabupaten Lamandau bisa meningkatkan hasil pertaniannya, sehingga mampu meningkatkan pendapatan para petani dan berdampak pada kesejahteraan para petani. Hal itu berbanding lurus dengan tujuan pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Lamandau.
(HENDI NURFALAH/Y)









