PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemprov Kalteng melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) berusaha mencegah Ekstremisme Berbasis Kekerasan.

Salah satu langkah yang dilakukan melalui Sosialisasi dan Dialog Pengintegrasian Kurikulum Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme dalam Lingkup Pendidikan Formal dan Non Formal.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme tingkat Provinsi Kalteng,” tuturnya di Palangka Raya, Kamis, 13 Juli 2023.

Akses bebas ke konten-konten berbau radikal memacu pentingnya dilakukan sosialisasi penanggulangan terkait terorisme.

“Karena saat ini beterbangan teknologi yang membuka akses kepada konten-konten radikal dengan bebas, yang disebarkan melalui media sosial dan situs web, sehingga mudah diakses oleh siapa saja,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, sosialisasi ini juga bertujuan untuk menjadikan lembaga pendidikan formal dan non formal sebagai benteng dalam pencegahan ekstremisme di kalangan generasi muda.

--page

“Melalui pendidikan, yang merupakan kunci untuk menyediakan Sumber Daya Manusia yang handal, yang dapat mengubah sikap dan menambah pengetahuan,” tuturnya. (HERMAWAN DP/J)