BORNEONEWS, Muara Teweh - Sejumlah warga Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut) mengeluh karena kesulitan mendapatkan air bersih dari perusahaan daerah air minum (PDAM) setempat. Gangguan distribusi air bersih itu membuat masyarakat setempat harus mencari air ke tempat lain.
“Air ledeng di tempat kami sudah empat hari tidak mengalir sehingga mengharapkan air hujan untuk melakukan keperluan sehari-hari,” kata Rohaniah, warga Muara Teweh Jalan Merak, Gang Damai, Sabtu (2/4/2016).
Menurutnya, kalau tidak ada turun hujan, terpaksa mandi atau mencuci di tempat keluarga yang ada air sumur.
Pendapat senada datang dari Doni warga Muara Teweh di Jalan Belakang Stadion. Menurut dia, air PDAM sudah sebulan terakhir ini mengalami macet-macet.
“Kita sering tidak mendapatkan bagian air bersih, karena saat giliran air jalan tidak terlalu lancar sehingga tidak mencukupi kebutuhan dalam rumah tangga,” katanya.
Diduga sebagian rumah melakukan penyedotan air bersih menggunakan mesin penghisap bertenaga listrik, yang membuat warga lainnya tidak kebagian air PDAM.
Kepala Bagian Teknisi PDAM Agus Surjanto, saat dikonfirmasi lewat telepon seluler, Minggu (3/4) mengatakan, saat ini pompa sedot yang berada di dalam air mengalami kerusakan, sehingga perlu perbaikan.
Dia juga menyampaikan, mulai 25 Maret 2016 yang lalu pihaknya juga ada melakukan penutupan penyaluran air bagi warga yang tidak membayar tagihan PDAM.
“Pompa yang hendak diperbaiki berada di dalam air dan tidak mudah untuk diperbaiki, karena kedalaman air sangat tinggi. Kita juga berupaya melakukan pembangunan penambahan daya, karena kapasitas masih kurang,” tukasnya. (AGUS SIDIK/m)


