BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Raut wajah kegembiraan tergambar dalam kegiatan penyerahan insentif dari penjualan kredit sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bagi petani kelapa sawit anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) binaan PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk - Citra Borneo Indah (CBI) Group, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Sabtu, 15 Juli 2023 di Desa Kadipi Atas, Kecamatan Pangkalan Lada.
Dalam penjualan sertifikat RSPO periode 2022 para petani kelapa sawit mandiri yang tergabung dalam APKSM yang berasal dari 5 desa di Kecamatan Pangkalan Lada yaitu Desa Kadipi Atas, Sungai Rangit Jaya, Sumber Agung, Purba Sari dan Pangkalan Durin menerima insentif dengan total Rp 2 miliar.
Kegiatan penyerahan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kobar Kris Budi Hastuti, Group Head Sustainability, PT. SSMS, Tbk, Henky Satrio Wibowo, Camat Pangkalan Lada Roby Setiawan, Anggota DPRD Kobar Sutiyana, serta Executive Small Holder RSPO Dika Dwi Darmawan dan para petani sawit swadaya yang tergabung dalam APKSM.
Ketua APKSM Kobar Widodo mengatakan kegiatan ini merupakan tahun ke 4 pihaknya menerima pembagian insentif atas penjualan sertifikat RSPO.
"Alhamdulillah, keberhasilan APKSM meningkatkan nilai produksi dan penerimaan insentif yang diterima para anggota APKSM merupakan salah satu dukungan dan bantuan dari PT. SSMS, Tbk yang sejak awal organisasi ini berdiri tahun 2019, terus mendampingi kami," jelas Widodo.
Menurut Widodo awalnya saat berdiri tahun 2019 anggota APKSM awalnya hanya berjumlah 265 orang dan luasan lahan petani swadaya anggota hanya 700 hektar.
"Kemudian tahun ini jumlah anggota APKSM sudah semakin banyak yaitu 614 anggota dan luasan lahan sebesar 1635 hektar. Rencananya kedepan akan ada lagi penambahan anggota dan luasan lahan sekitar 600 hektar lebih agar luasan lahan bisa mencapai 2000 hektar," jelas Widodo.
Ditempat yang sama, Group Head Sustainability, PT. SSMS, Tbk, Henky Satrio Wibowo mengaku bangga atas pencapaian oleh anggota APKSM Kobar hingga saat ini.
--page
"Karena perubahannya kearah yang positif sudah sangat signifikan. Kedepannya kami berupaya agar pencapaian independen small holder atau petani sawit swadaya bisa semakin memahami bagaimana tata cara berkebun kelapa sawit yang bisa memproduksi hasil yang banyak namun tetao ramah lingkungan," jelas Henky Satrio Wibowo.
Dalam kegiatan penyerahan insentif penjualan kredit RSPO periode 2022 tersebut tersebut secara simbolis diserahkan pembagian insentif anggota APKSM dengan total Rp 745.546.150 , kontribusi bagi desa sebesar Rp 59.643.692 serta pembagian sembako bagi peserta dengan total nominal Rp 203.000.000. (WAHYU KRIDAR)/









