BORNEONEWS, Kuala Kurun - Telah ada ratusan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Gunung Mas sejak Januari hingga Juli 2023.
"Ada 140 kasus DBD sejak Januari hingga Juli 2023. Terkait hal itu, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit guna menekan angka dan mengendalikan kasus DBD," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas Arnold melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Waltiana, Sabtu, 15 Juli 2023.
Dinas Kesehatan dan beberapa puskesmas telah melakukan pencegahan dan pengendalian di wilayah yang terdapat kasus DBD.
"Tindakan yang dilakukan meliputi penyelidikan epidemologi, pembagian bubuk abate, dan edukasi terhadap masyarakat dan fogging," jelasnya.
Khusus pengasapan atau fogging, kata dr. Waltiana tidak serta merta dapat dilakukan karena harus memenuhi kriteria tertentu. Jika memenuhi kriteria yang dimaksud maka fogging baru bisa dilakukan. "Sebab di dalam cairan untuk fogging bersifat racun," imbuhnya.
Terkait fogging, ada beberapa daerah yang sudah dilakukan fogging seperti di RT 1 Kelurahan Kuala Kurun, RT 5 Transbangdep khususnya di Jalan S.Parman, dan yang terbaru yakni di Jalan Jambu Kelurahan Tampang Tumbang Anjir pada Rabu, 12 Juli 2023 dan lainnya.
Pihaknya juga menekankan kepada masyarakat pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus. 3M Plus yakni menguras bak mandi, mengubur barang-barang bekas dan menutup penampungan air.
--page
Serta plusnya yakni menggunakan obat anti nyamuk, tidak menggantung baju di ruangan, menanam tanaman yang dibenci oleh nyamuk dan lainnya.
"Dinkes juga sudah supervisi keseluruh puskesmas untuk persiapan kejadian luar biasa (KLB) DBD berupa edaran, pengiriman brosur dan koordinasi melalui wa group seluruh kepala puskesmas," tukasnya. (RISKA YULYANA/R)









