BORNEONEWS, Kasongan - Drainase atau salurasn air di sejumlah perumahan di Kota Kasongan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya sejumlah permukiman warga tergenang air.


Seperti di Komplek Perumahan Haing Jaya Kasongan. Sejumlah rumah di tempat ini bahkan kebanjiran sejak beberapa hari terakhir seiring meningkatnya curah hujan.


"Kalau hujan lebat pasti halaman dan belakang rumah kami kebanjiran. Dan kalau hujannya lebih tiga jam air juga kadang naik dan masuk ke lantai rumah kami," sebut Ipansyah, seorang warga Perumahan Haing Jaya Kasongan, Minggu (3/4)/2016).


Menurutnya, rata-rata halaman rumah di komplek ini selalu digenangi air."Dulu pihak developer sebenarnya sudah membuat drainase itu. Namun kemudian ada beberapa warga yang menutup parit depan rumahnya dengan ditimbun tanah untuk jalan lewat," katanya.


Adanya sejumlah warga yang menimbun drainase depan rumah masing-masing ini mengakibatkan air tidak bisa mengalir. Jika terjadi hujan lebat dengan intensitas lama, maka air menggenang dan sebagian masuk ke dalam rumah.


Ipansyah mengaku untuk memperbaiki draenase di wilayah ini perlu adanya campur tangan pemerintah.


"Perlu ada campur tangan pemerintah untuk mengatasi permasalahan drainase yang tidak berfungsi ini, sebab sudah dua tahun ini setiap musim penghujan pasti banyak pekarangan rumah warga yang digenangi air ini, sehingga banyak nyamuk," imbuhnya.


Sementara itu warga di Komplek Perumahan Wengga IV Jalan Langsat Kelurahan Kasongan Lama mengeluhkan kondisi jalan permukiman yang ada. Kondisi jalan komplek itu tidak layak disebut jalan karena berfungsi sebagai parit.


"Karena kalau hujan turun air mengalir di jalan itu, karena drainase tidak berfungsi. Ini karena posisi bangunan jalannya lebih remdah dibanding dengan pekarangan rumah," ujar Hadi, seorang warga Wengga IV.


Bahkan sejumlah titik jalan di komplek perumahan ini tidak bisa dilalui kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. (ABDUL GOFUR/m)