BORNEONEWS, Sampit - Memasuki hari H pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA, MA dan SMK di Kabupaten Kotawaringin Timur, siswa dihantui isu kebocoran soal ujian.


“Jelang UN isu kebocoran soal ramai beredar di media social,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Ahmad Syaifudi, Minggu (3/4/2016).


Syaifudi menyayangkan adanya isu kebocoran soal yang dapat menganggu konsentrasi para siswa yang akan mengikuti UN pada Senin (4/4/2016) besok yang dimulai secara serentak pada pukul 07.30 WB. Dia menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar atau sesat.


“Saya meminta kepada semua siswa yang mengikuti ujian tidak terpengaruh dengan isu itu, karena setiap siswa beda soalnya meski satu jurusan atau berdampingan tempat duduk,” kata Syaifudi.


Ujian nasional di Kotim diikuti 3.991 siswa tingkat SMA, MA dan SMK negeri maupun swasta. Mereka tersebar di 50 sekolah di 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 sekolah mengikuti UN dengan lembar jawaban kertas, sedangkan tujuh sekolah lainnya melaksanakan ujian nasional berbasis komputer atau computer base test (CBT), yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2 Sampit, SMKN Kotabesi dan SMKN Cempaga.


Sehari jelang ujian nasional tingkat SMA, MA dan SMK ini, semua siswa dinyatakan sudah siap 100% untuk mengikuti ujian. Baik siswa yang mengikuti ujian dengan menggunakan lembar jawaban kertas maupun CBT. Untuk soal ujian CBT juga sudah ada di server, tinggal menunggu kode server dari pusat yang akan diberikan pada saat ujian berlangsung karena soal itu langsung dari pusat.


Terkait soal yang didistribusikan pada Sabtu (2/4) lalu, Syaifudi memastikan semuanya sudah sampai ke tempat tujuannya masing-masing, nyaris tidak ada kendala dalam pendistribusian soal tersebut.


“Alhamdulillah semua soal sudah didistribusikan, baik zona selatan maupun utara. Semua soal sudah sampai di Polsek-polsek sebagai tempat pentimpanan sementara. Besok (hari ini) pihak sekolah akan langsung ambil di polsek,” ucapnya.


Syaifudi berharap peserta ujian nasional di Kotim mendapat hasil maksimal. Namun tujuan utama adalah pelaksanaan yang berintegritas dengan mengedepankan kejujuran. (RAFIUDIN/m)