BORNEONEWS, Palangka Raya - Tidak ada yang mengetahui kapan ajal akan tiba. Seperti yang menimpa Jepri Julianto. Pemuda 23 tahun, warga Jalan G Obos, Gang Krisna, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya itu pamit dengan keluarga di rumah menuju tempat istri di Tangkiling, tapi pulang malah menjadi almarhum.


Dia ternyata mengalami kecelakaan tunggal setelah motor Beat KH 5628 TO yang ia kemudi menabrak pohon. Lukanya cukup serius hingga mengakibatkan dirinya tewas di tempat.


Peristiwa itu diduga terjadi pada pukul 19.00 WIB, di Jalan Tjilik Riwut Km 27, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Sabtu (2/4/2016).


Sumber kepolisian menyebutkan, pihak Polsek Bukit Batu menerima laporan dari keluarga korban pada pukul 23.00 WIB. Keluarga korban menyebut, pada pukul 17.30 WIB, Jepri pamit dengan keluarga untuk ke rumah istrinya di Tangkiling.


Pukul 19.00 WIB, keluarga korban kehilangan kontak. Saat dihubungi, ponsel milik korban juga tidak aktif. Pada akhirnya, keluarga korban melakukan penyisiran di sepanjang Jalan Tjilik Riwut.


Ternyata korbaan ditemukan sudah tewas dalam kondisi bersimbah darah. Motornya juga terlihat rusak. Begitu mendapati korban tak bernyawa, pihak keluarga lalu mendatangi Polsek Bukit Batu untuk melaporkan kejadian itu.


"Jadi lapor ke Polsek sudah ditemukan meninggal dunia," ujar anggota Polsek Bukit Batu, Minggu (3/4/2016). 


Polisi kemudian datang ke TKP. Korban lalu dievakuasi menuju puskesmas terdekat. Selain itu juga mengevakuasi motor korban yang terlihat nyungsep dalam selokan.


Korban mengalami luka lecet di kaki kiri, pergelangan tangan bengkak, mata kanan dan kiri leban, hidung mengeluarkan darah, mulut dan telinga mengeluarkan darah dan dagu bergeser.


Dari hasil olah TKP, polisi menyimpulkan bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal. Awalnya, korban berkendara dari arah Palangka Raya - Kasongan. Sesampai Jalan Tjilik Riwut Km 27 korban mengalami oleng hingga berada di jalur lawan. Tak berselang lama, korban menabrak sebuah pohon dan tewas di tempat. (BUDI YULIANTO/m)