BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala  Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah Bambang Widodo ternyata sudah dilantik berpindah tugas ke Kalimantan Barat. Berpindahnya Widodo dalam jabatan yang sama itu tidak ada hubungannya dengan operasi gabungan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Palangka Raya, Rabu (30/3/2016) lalu.


Proses pelantikan di Kementerian Hukum dan HAM RI berlangsung pada awal Februari 2016. "Saya dilantiknya pada Februari lalu. Pindah di Kalbar juga menjadi Kakanwil di sana," kata Widodo, baru-baru ini.


Hanya saja, proses serah terima jabatan akan berlangsung awal Mei 2016. Widodo menggantikan Barimbing yang akan berpindah tugas ke Medan dalam jabatan yang sama. Sementara posisi Widodo sendiri akan diisi oleh Pondang yang sebelumnya sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat. 


Saat ditanya apakah operasi gabungan itu merupakan hadiah terakhir pada masa jabatannya? Pria yang menjabat sebagai Kakanwil Kalteng sejak Desember 2015 itu menjawab tidak.


Di sisa akhir jabatan, Widodo masih menyimpan ambisi untuk melakukan operasi yang sama seperti halnya yang dilakukan di Lapas lalu. Namun dia belum membocorkan lapas atau rutan mana yang menjadi sasaran.


"Tidak. Nanti akan ada lagi," tutur Widodo sambil melempar senyuman.


Sekeaar mengingatkan, operasi gabungan yang melibatkan ratusan orang itu menghasilkan temuan 14 paket sabu seberat 129,68 gram, dua bong beserta tutupnya, 51 senjata tajam berbagai jenis, rekapan nomor togel, 18 handphone dan 34 napi dari 156 napi kasus narkoba yang dites urine dinyatakan positif mengandung narkotika.


Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng Kombes Pol A Kadarmanta saat dihubungi Borneonews mengatakan, belum melakukan assesment terhadap 34 napi yang dinyatakan positif. Rencananya baru mulai dilakukan Senin (4/4/2016). "Belum, minggu depan pak," ucap Kadarmanta, Minggu (3/4/2016) siang. (BUDI YULIANTO/m)