BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Pemuda dan Jalan HM Rafi'i (sekitar Bundaran Pancasila), Pangkalan Bun, masih kebingungan mau pindah ke mana.
Sesuai intruksi Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), per April 2016 ini, lokasi itu harus bersih dari aktifitas jual beli PKL termasuk semua bangunannya.
Meski Bupati Kobar Bambang Purwanto sudah menawarkan tanah pribadinya di sekitar Sport Center Sampuraga Baru untuk relokasi PKL di Bundaran Pancasila, ternyata solusi itu masih menyisakan persoalan. Pasalnya, tanah yang ada tak cukup untuk menampung semua warga PKL.
"Hanya sekitar 15 lapak yang bisa ditampung di sana, 25 lapak lagi termasuk kami, ke mana?" tanya salah seorang PKL, Rohimah (42). Minggu (3/4/2016).
Padahal perempuan yang mengaku puluhan tahun berjualan di Bundaran Pancasila itu sudah membongkar lapaknya, hanya menyisakan satu tenda kecil untuk bernaung dari terik matahari dan guyuran hujan. Bahkan, ia bersama tiga anaknya masih tidur di lokasi itu.
"Menunggu dapat lokasi baru, saya tidur di sini. Yah, beginilah kondisinya, masih berantakan," ucapnya. "Sudah 18 tahun saya jualan di sini," katanya lagi.
Ia berharap Bupati bersama jajarannya bisa duduk bersama mencari solusi terbaik. Selama ini, orang nomor satu di Kobar lebih sering mengutus bawahannya untuk membicarakan relokasi.
"Kenapa Pak Bupati tidak ke sini untuk bertemu kami langsung. Supaya lihat bagaimana nasib kami yang sebenarnya," pinta Rohimah.
Sementara PKL lain, Suparlan, 51, mengaku pasrah. Ia dan beberapa temannya sudah berjualan di kawasan tersebut selama 15 tahun, mau tidak mau harus membongkar sendiri bangunan kios dan lapaknya sendiri.
"Daripada dibongkar paksa, lebih baik kami bongkar sendiri. Rencananya kami akan menyewa lokasi lain, yang penting lokasinya ramai," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Bupati Kobar Bambang Purwanto membenarkan hal itu, sterilisasi kawasan Bundaran Pancasila, tepatnya di sepanjang jalur belakang Pos Polisi (Jalan Pemuda dan Jalan HM Rafi'i) untuk mempercantik wajah Kota Pangkalan Bun.
"Akan dibangun taman kota. Salah satu indikator penilaian Piala Adipura adalah tersedianya ruang terbuka hijau," tandas Bupati.(CR-1)


