BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Cuaca buruk dan mahalnya bahan bakar minyak menjadi persoalan tersendiri bagi nelayan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Dengan waktu melaut yang singkat, para nelayan dipaksa harus lebih efektif dan efisien.


Dengan peralatan masih sederhana, tentu saja tidak akan  menghasilkan tangkapan memuaskan. Persoalan itu perlu diperhatikan oleh semua pihak, terutama pemerintah sehingga bisa menghasilkan banyak ikan dan bisa menjamin perekonomian masyarakat.


Bupati Kobar Bambang Purwanto mengatakan, program dari pemerintah pusat yakni berkomitmen untuk menyejahterakan para petani, buruh dan nelayan serta masyarakat berpenghasilan kecil. Program tersebut juga dijalankan hingga ke tingkat daerah.


"Salah satunya yang wajib kita perhatikan adalah nelayan di Kobar. Peralatan alat tangkapnya masih sederhana, dan hal itu menjadi tantangan kami di pemerintahan untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kobar, lebih khususnya para nelayan," kata Bambang di sela kegiatannya, Sabtu (3/4/2016).


Dengan peralatan yang masih sederhana tak jarang dari nelayan ini mendapatkan hasil tangkapan yang sedikit dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk hari berikutnya kembali melaut dan begitu seterusnya.


"Jika hasil tangkapan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, artinya para nelayan di Kobar masih jauh dari kata sejahtera," ungkapnya.


Tentunya, lanjut Bupati, pemenuhan alat tangkap baik ke perorangan maupun kelompok nelayan di Kobar harus dipikirkan lagi. Mengingat kebutuhan soal alat tangkap juga sangat mendesak dan sebenarnya lebih cepat dibantu, mungkin lebih baik.


"Dengan anggaran yang terbatas, bantuan harus benar-benar tepat sasaran," ujar Bupati.(CR-1/m)